Wow, Dalam Debat, Isro Akui SiLPA Didepositokan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Pilkada

Wow, Dalam Debat, Isro Akui SiLPA Didepositokan

FAJAR.CO.ID, BONTANG — Terkuak sudah niat Pemkot Bontang di balik Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) triliunan selama empat tahun. Rupanya, anggaran yang batal dibelanjakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat itu didepositokan.

Perihal SiLPA dideposito ini terungkap saat debat kandidat yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang, Sabtu, 14 November. Debat seri kedua tersebut mempertemukan antara kandidat Wakil Walikota dari nomor urut 1, Isro Umarghani dan Kandidat Wakil Walikota nomor urut 2, Basri Rase.

(Baca juga: Basri rase: Kami Janji Tidak Lapor Pengkritik ke Polisi)

(Baca juga: Ini Tanda Kemenangan menurut Bunda Neni-Basri Rase)

Pada sesi menjawab pertanyaan soal upaya peningkatan pendapatan daerah, Isro menjelaskan bahwa salah satu yang bisa dijadikan sumber pendapatan adalah SiLPA yang didepositokan. Sayangnya, wakil wali kota Bontang ini tidak merinci soal bunga dari deposito tersebut. Besarnya berapa dan digunakan untuk apa.

[NEXT-FAJAR]

Menyimpan Silpa dalam deposito mendapat tanggapan sejumlah pihak. Salah satunya aktivis Perkumpulan Hubungan Masyarakat, MH Arief. “Pantas saja jika Pemkot Bontang banyak menyimpan SiLPA, karena mereka punya untuk didepositokan. Padahal, itu harusnya dibelanjakan untuk pembangunan kesejahteraan,” jelasnya usai debat. Dia juga menilai pemerintah seperti ini bahaya jika dilanjutkan.

(Baca juga: Bukti Pendukung Lawan Mulai Beralih Dukungan)

(Baca juga: Warga Pindah Dukungan karena Nebas Janjikan Perubahan)

Menurut Arief, SiLPA positif memang masuk akal jika diupayakan besar. Karena itu bisa saja merupakan hasil efisiensi yang dilakukan pemerintah. Tapi jika SiLPA negatif, itu harus dipertanyakan. Niatnya seperti apa.

[NEXT-FAJAR]

“Masa uang yang seharusnya dibelanjakan untuk kesejahteraan rakyat justru didepositokan? Pemerintahan macam apa ini? Pantas saja kalau pengamat anggaran, Uchok Sky Khaddafi menyebut pemerintahan yang perilakunya seperti Adi-Isro ini seolah makan gaji buta,” ungkapnya.

Arief menegaskan, ia sudah menelusuri Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota dan soal SiLPA yang didepositokan itu tidak dicantumkan. Kalau memang betul dilakukan demikian, seharusnya itu ada rinciannya di dalam LKPj Walikota, tapi kan faktanya tidak.

“Saya kira itu argumentasi saja. Karena memang faktanya di LKPj tidak ada. Saya sudah diskusi teman-teman Pansus LKPj dan itu tidak ada dicantumkan. Kalaupun benar-benar dideposito, maka harus ditelusuri bunganya dikemanakan? Itu tidak main-main,”kata Arief.

Arief lantas mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarang memilih pemimpin. pada 9 Desember mendatang. Alasannya, pilihan masyarakat sangat menentukan nasib masyarakat Bontang.

[NEXT-FAJAR]

“Kalau kinerjanya begini, sangat berbahaya jika kepemimpinan ini dilanjutkan. Tidak ada pembangunan, uang rakyat malah dideposito. Bunga deposito juga tidak jelas, masuk ke kantong rakyat atau masuk ke kantong orang lain?” kritiknya.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Zulkifli,  menjelaskan, kebutuhan anggaran belanja pembangunan selalu lebih besar di banding pendapatan daerah dari tahun ke tahun. Dengan pemahaman ini, ujarnya, penggunaan Silpa secara aturan telah sangat jelas dan tentunya berdasarkan perhitungan dan prinsip kehati-hatian.

(Baca juga: SiLPA Bontang Rp 1, 3 Triliun, Uchok: Kepala Daerah Makan Gaji Buta…)
(Baca juga: Silpa Bontang 1,3 T, Bukti Pemerintah Tidak Becus Bekerja)

“Meskipun secara ideal Silpa yang besar tidak dapat dikatakan sebagai sebuah prestasi, namun pada saat yang sama tidak dapat pula serta merta dinyatakan sebagai sebuah kegagalan dalam merealisasikan pembangunan. Karena pada prinsipnya Silpa akan dialokasikan kembali untuk pembangunan pada tahun berikutnya,” tuturnya, seperti dilansir Bontangpost.co.id. (rls/ysd)

loading...
Click to comment
To Top