Duh! 34 Proyek Senilai Rp58,2 Miliar Batal – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Duh! 34 Proyek Senilai Rp58,2 Miliar Batal

SALATIGA, RAJA – Puluhan paket pekerjaan proyek fisik di Kota Salatiga yang ditelah ditetapkan pada APBD Kota Salatiga tahun 2015 senilai Rp58,293 miliar batal dilaksanakan. Akhirnya, 34 proyek itu bakal dimasukan dalam anggaran tahun 2016.

Proyek-peoyek yang batal dilaksanakan diantaranya pembangunan Gedung Setda Kota Salatiga senilai Rp23 miliar. Gedung ini telah dibongkar sejak tiga tahun lalu, kini telah rata dengan tanah, sehingga memberi kesan bahwa pembangunannya mangkrak.

Selain itu, proyek pembangunan wisata kuliner di eks terminal Soka senilai Rp9,828 miliar, pembangunan gedung rehabilitasi dampak rokok senilai Rp3,188 miliar, pembangunan jalan usaha tani di Blotongan Rp966 juta serta pembangunan lapangan Klumpit Kecamatan Tingkir, Rp1,085 miliar.

Juga pembangunan dengan nilai anggaran besar lainnya adalah pembangunan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Rp12,238 miliar, pembangunan UGB PAUD terpadu senilai Rp 318,275 juta maupun pembangunan Pasar Andong senilai Rp1,7 miliar.

Kabag Humas Pemkot Salatiga Adi Setiarso, S.E., mengatakan, bahwa puluhan proyek itu batal dilaksanakan karena waktu yang telah ditagihkan terlalu pendek sehingga tidak cukup untuk kalender proyek. Alasan lain, karena gagal dalam proses pelelangan dan batal ditenderkan. “Sebanyak 21 paket proyek telah gagal lelang dan untuk beberapa proyek, batal ditenderkan, ada lima paket. Delapan paket gagal dilaksanakan disebabkan dokumennya belum diserahkan ke ULP (Unit Layanan Pengadaan) barang dan jasa Pemkot Salatiga. Sehingga, gagal ditenderkan,” jelas Adi Setiarso kepada wartawan, kemarin.

Ditambahkan, proyek-proyek yang batal dilaksanakan tahun 2015, ada di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipkataru) sebanyak 11 paket, Disdikpora ada 4 paket, Dinas Pertanian ada 5 paket, Dinas Kesehatan (Dinkes), Bappermas, Bappeda serta Dinas Bina Marga dan PSDA. Terkait dengan serapan anggaran 2015 telah berjalan 49 persen.

Sementara, anggota Komisi C DPRD Kota Salatiga, Suniprat mengatakan, dengan banyaknya proyek fisik yang batal dilaksanakan, harusnya dinas teknis melakukan langkah cepat setelah ditetapkannya anggaran. Sehingga, kegiatan fisik yang sudah terencana dan dianggarakan di APBD dapat dilaksanakan sesuai dengan perencanaan. “Dengan banyaknya kegiatan fisik yang tidak terlaksana, akhirnya serapan anggarannya rendah,” tandas politisi PDI Perjuangan. (hes)

loading...
Click to comment
To Top