‘SDM yang Lemah Sama dengan Pemerintah tak Becus’ – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

‘SDM yang Lemah Sama dengan Pemerintah tak Becus’

FAJAR.CO.ID, BONTANG – Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia angkat bicara soal anggaran Pemkot Bontang yang tidak dibelanjakan. Apalagi, anggaran yang dikenal dengan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tersebut, diakui didepositokan. Tidak tanggung-tanggung, SiLPA Pemkot Bontang ini mencapai Rp 1,3 triliun dalam empat tahun.

“Kalau SiLPA besar itu hanya ada dua kemungkinan. Sumber daya manusia (SDM) yang lemah dalam mengalokasikan anggaran atau pemda salah melakukan perencanaan program kegiatan,” ujar perwakilan Kopel Indonesia, Herman, Senin, (16/11).

Menurut Herman, SDM yang lemah atau tidak memadai itu sama saja dengan pemerintah tidak becus dalam mengalokasikan anggaran. Akibatnya, program kegiatan tidak terealisasi. Masalah lain adalah keliru dalam melakukan perencanaan program. Akibatnya, ya tidak bisa terlaksana.

Soal SiLPA didepositokan, Herman menegaskan, memang dimungkinkan. Dengan catatan, daerah tersebut sudah surplus anggaran. “Daerah yang bisa mendepositokan SiLPA adalah daerah yang memiliki banyak uang. Uang yang ada juga sudah tidak bisa dibelanjakan karena masyarakatnya semua sudah sejahtera,” ungkapnya.

Tapi, lanjutnya, bagi daerah yang belum semua masyarakatnya sejahtera, itu namanya konyol. Bahkan, itu sama namanya menghalangi hak masyarakat untuk menikmati hasil pembangunan. Karena uang tidak dibiarkan berputar di masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Mengelola keuangan pemerintah daerah itu tidak sama dengan swasta. Di pemda tidak berlaku prinsip ekonomi,” tegasnya.

Oleh karena itu, kata dia, jika memang ada Pemda yang mendepositokan uangnya untuk mencari keuntungan, itu sama saja dengan mengelola pemerintahan seperti swasta. Padahal, itu tidak boleh dilakukan.

“Pemerintahan yang benar itu uang yang dikelola tidak boleh ditahan-tahan atau disimpan untuk berharap bunga deposito. Uang harus beredar di masyarakat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Bukan malah dikelola seperti swasta untuk mencari keuntungan,” tegas Herman.

loading...
Click to comment
To Top