Serangan di Paris Belum Titik, Masih Koma! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Serangan di Paris Belum Titik, Masih Koma!

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Peristiwa yang terjadi di Paris, Prancis sontak menjadi perhatian dunia. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Hanafi Rais mengatakan apa yang terjadi di Prancis berupa serangkaian terorisme yang menewaskan ratusan korban adalah bentuk kebiadaban dan kejahatan kemanusiaan.

“Kita semua sangat prihatin dan menolak segala bentuk kekerasan,” kata dia kepada redaksi, Senin (16/11).

Namun, lanjut Hanafi, kejadian di atas belum titik, masih koma. “Kita jangan pernah lupa juga untuk mencari jawaban atas pertanyaan mengapa itu bisa terjadi. Tak mungkin ada kejadian tunggal yang berdiri sendiri tanpa interkoneksi dengan kejadian lainnya,” terangnya.

Menurut politisi PAN ini, radikalisme di Prancis dan tanah Eropa lain muncul pasti bukan karena kebetulan. Bisa jadi itu bagian dari akumulasi luka sosial maupun sejarah. Praktek dan paham rasisme karena kebijakan imigrasi yang kurang tepat di Eropa bisa juga jadi salah satu faktor yang menjelaskan mengapa ISIS yang lahirnya di Suriah dan kawasan Timur Tengah bisa berkolaborasi dengan warga Eropa imigran maupun lokal dalam melakukan perlawanan berbentuk teror itu.

Ditambah lagi dengan alasan-alasan eksternal seperti perang Suriah/Irak, perlakuan terhadap Palestina, maupun kejadian-kejadian lainnya yang dianggap tidak adil. Jelas Hanafi, beruntunglah bahwa Indonesia sebagai negara multikultural sudah bersepakat soal Bhinneka Tunggal Ika sebagai salah satu pilar kebangsaan. Kata Hanafi, ini yang membedakan Indonesia dengan Eropa.

Tambah dia, jika ke depan pemerintah selalu fokus untuk mengejar pertumbuhan ekonomi, maka harus dipastikan bahwa tak ada ketimpangan ekonomi yang malah punya implikasi pada kesenjangan SARA baik pada tingkat nasional maupun lokal.

“Terhadap ancaman ISIS yang berkolaborasi dengan berbagai warga negara, termasuk kemungkinan dari Indonesia, maka pemerintah melalui jejaring intelejennya sebaiknya lebih meningkatkan cegah dan tangkal dini terhadap berbagai upaya radikalisasi di beberapa kantung sosial yang sudah teridentifikasi,” demikian Hanafi. (rus/rmol)

loading...
Click to comment
To Top