Tidak Ada Ancaman, Lobi Gedung Multipiranti Dilempar Granat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Tidak Ada Ancaman, Lobi Gedung Multipiranti Dilempar Granat

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ledakan granat yang terjadi di Gedung Multipiranti Graha, Raden Inten, Duren Sawit, Jakarta, Senin (16/11) membuat para pegawai kaget. Sebab, selama ini tidak pernah ada ancaman apapun.

‎Hal ini diungkapkan Reza (30), salah satu pegawai di Gedung Multipiranti Graha. Pria yang sudah bekerja selama enam tahun ini mengaku tidak pernah ada masalah apapun.

“Gak ada ancaman. Biasanya normal-norma aja,” kata Reza (30) di lokasi, Senin (16/11).

Reza mengaku tidak mengetahui adanya peristiwa ledakan itu. Karena itu, ia datang ke tempat ledakan. “Kebetulan saya enggak ada kabar,” ungkapnya.

Peristiwa ledakan tersebut menyebabkan aktivitas yang ada di gedung Multipiranti Graha dihentikan. “Iya diliburin,” ucap Reza.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengatakan, ledakan terjadi pukul 03.30 WIB. “Ini informasi tentang kasus peledakan kurang lebih 03.30 WIB, ada ledakan di PT Multipiranti Graha. Kalau diperkirakan granat. Jenis belum ada,” kata Tito di lokasi, Senin (16/11).

Tito menjelaskan, granat dilemparkan dari jalan ke lobi gedung. Hal ini merusak bagian gedung tersebut. “Kaca dan enternit rusak,” ucapnya.

T‎ito menyatakan, satpam tidak melihat orang masuk. “Jadi kemungkinan dari jalan,” ungkapnya.

Meski demikian, Tito Karnavian memastikan ledakan granat tersebut bukan dilakukan oleh kelompok teroris. “Ini gedung-gedung pribadi. Kalau pengalaman kami selama ini kelompok teroris tidak menyasar gedung pribadi seperti ini,” kata Tito di lokasi, Senin (16/11).

[baca juga: Duarrr, Lobi Gedung Multipiranti Meledak]

Menurut Tito, aksi pelemparan granat tersebut mengarah kepada persoalan pribadi. “Kecil kemungkinan ke tindak terorisme,” ungkapnya.

Dampak ledakan tidak terlalu besar. Ledakan yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB ini hanya menyebabkan kaca di bagian depan gedung tersebut pecah dan merusak enternit. “Gedung ditutup sampai penyelidikan selesai,”‎ ucap Tito. (gil/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top