Peminat UN CBT Semakin Banyak – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Peminat UN CBT Semakin Banyak

KUDUS, RAJA – Pelaknaan Ujian Nasional pada tahun depan di Kabupaten Kudus dipastikan banyak sekolah-sekolah yang melaksanakannya dengan sistem computer based test (CBT).

Hal itu disampaikan Kepala Disdikpora Kudus, Joko Susilo usai menggelar sosialisi UN CBT baru-baru ini di Kudus. Joko menyebut minat sekolah-sekolah di Kudus sangat tinggi jika dibandingkan tahun lalu.

Saat ini, katanya, pihaknya tengah mensosialisasikan CBT pada sekolah-sekolah. Dan sudah banyak sekolah yang melakukan login di kementerian sebelum dilakukan tim verifikasi dari kementerian pendidikan.

“Jika dulu hanya satu yang melaksanakan UN CBT. Kini SMP 1 Kudus, SMP 1 Gebog, Jekulo, Jati. Serta SMP 2 Kudus berminat untuk UN CBT. Tak hanya itu SMA juga banyak semua SMA negeri juga telah mendaftar sebanyak 7 sekolah. Dan SMK negeri ada 3, sedangkan SMK swasta sebanyak 14 sekolah,” katanya.

Setelah mereka login, jelsanya, akan dinilai tim apakah layak untuk dilakukan CBT atau tidak. CBT menurutnya harus menyiapkan sarana dan infrastruktur yang layak. Setidaknya harus ada server dan beberapa PC maupun Laptop yang jumlahnya sepertiga dari jumlah peserta.

Ia menjelaskan pelaksanaan UN CBT tidak ada perubahan yang berarti dengan tahun lalu yakni server harus PC sedangkan klien bisa menggunakan laptop maupun PC. Selain itu ruangan juga harus diperhatikan.

“Yang jelas perbedaan tahun ini banyak sekolah yang ingin melaksanakan UN CBT. Kami tidak memaksa untuk CBT. Karena CBT belum tentu lebih baik dibandingkan dengan PBT (Paper Based Test). Jadi sekolah bisa menggunakan CBT maupun PBT,” tandasnya.

Sementara itu, untuk pelaksanaan UN tahun depan diharapkan semua sekolah sudah menyiapkan siswanya yang akan mengikuti UN. Mengingat pelaksanaan UN tahun 2016 sudah pasti ada. Berbeda dengan tahun lalu UN masih pro kontra untuk dilaksanakan.

“Ketika siswa sudah masuk kelas XI tentu sekolah sudah mempersiapkan untuk UN. Jangan jadikan UN itu momok. Anggaplah UN sebagai bagian proses yang harus dilalui,” pungkasnya. (nr)

Click to comment
To Top