Bahan Baku Senjata Api dan Puluhan Karung Garment Dimusnahkan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Bahan Baku Senjata Api dan Puluhan Karung Garment Dimusnahkan

SEMARANG, RAJA – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jateng dan DIY berhasil memusnahkan sparepart senjata api (senpi), senjata tajam, dan 10.394 celana legging yang dikemas dalam 59 karung garment karena melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai.

Pemusnahan dengan cara memotong, membakar, dan menggilas barang sitaan dari berbagai kasus pelanggaran kepabeaan tersebut dilakukan di pelataran gudang penimbunan pabean Semarang, Selasa (17/11).

Kepala Kanwil DJBC Jateng dan DIY Untung Basuki menjelaskan bahwa seluruh barang sitaan tersebut berasal dari 550 pelanggaran yang berasal dari berbagai wilayah.

Untung menyebutkan hasil penindakan yang dilakukan oleh KPPBC TMP A Semarang, ada lima kali penindakan di bidang kepabeanan termasuk di dalamnya celana legging, delapan karung benang, dan 119 roll kain yang tidak dilengkapi dokumen pabean dari Kawasan Berikat PT HGI (4 November 2015).

Sementara di bidang cukai, ada dua kali penindakan yakni 15 karton berisi 6.000 bungkus rokok yang tidak dilekati pita cukai dengan potensi kerugian negara mencapai Rp31 juta.

KPPBC TMP Tanjung Emas, lanjut Untung, berhasil melakukan penindakan narkotika psikotropika dan prekursor (NPP) pada 20 Juni 2015 berupa sabu-sabu yang disembunyikan dalam frame skuter anak dan tanggal 2 Juli 2015 sabu-sabu diselundupkan melalui importasi tas jinjing. “Hasil penindakan 1.227,5 gram sabu-sabu tersebut nilainya diperkirakan mencapai Rp3,6 miliar atau sama dengan menyelamatkan 4.800 jiwa generasi muda dari jeratan narkoba,” katanya.

KPPBC TMP Tanjung Emas juga berhasil melakukan 507 penindakan di bidang kepabeanan dan enam di bidang cukai seperti menindak barang kimia berbahaya, barang elektronik, sparepart senjata api, barang kena cukai ilegal, obat-obatan, dan kosmetik tanpa ijin.

Dua KPPBC TMP lainnya yakni Purwokerto dan Cilacap, tambah Untung juga berhasil melakukan penindakan hampir 30 ribu bungkus rokok yang diduga menggunakan pita cukai palsu dan tanpa dilekati pita cukai dijual dalam satu kemasan dengan rokok berpita cukai asli dengan perkiraan kerugian negara mencapai Rp152 juta. (KPPBC TMP C Cilacap).

Sementara KPPBC Tipe Pratama Purwokerto berhasil melakukan 11 penindakan di bidang cukai di antaranya terhadap 363.708 batang rokok yang diduga menggunakan pita cukai palsu dijual dengan dicampur dengan rokok berpita cukai asli.

Dalam kesempatan tersebut sebanyak 17.850 botol minuman mengandung etil alkohol (MMEA) dalam kemasan masing-masing1.800 ml dimusnahkan dengan cara digilas dengan alat berat, dibakar, serta dipotong dengan menggunakan gergaji mesin untuk barang lainnya seperti airsoftgun, CD/DVD, buku impor, produk farmasi, dan produk herbal.

Masih banyaknya kasus tersebut, tambah Untung, menjadikan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jateng dan DIY dituntut untuk terus melakukan gerak seimbang dalam pengawasan dan pelayanan. “Peran pengawasan menjadi hal yang vital untuk mendukung terciptanya iklim yang kondusif bagi pertumbuhan perekonomian nasional,” demikian Untung Basuki. (In)

loading...
Click to comment
To Top