Guru Honorer Baubau Demo di Senayan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Guru Honorer Baubau Demo di Senayan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Merasa tak dihiraukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra)., Puluhan guru honorer yang tergabung Forum Guru Tidak Tetap (GTT) TK  Kota Baubau  mendatangi Dewan Perawiklan Rayat (DPR)  RI untuk mengadukan sikap apatis Wali Kota Bau-Bau, Tamrin terhadap guru honorer.

Kedatangan puluhan tenaga pendidikan untuk anak usia dini di gedung  perwakilan rakyat itu, di temui langsung salah satu Anggota Komisi II DPR RI, Amirul Tamim untuk mendengarkan aspirasi dan tuntutan pahlawan tanpa jasa itu.

Ketua Forum Guru Honorer GTT Kota Baubau, Suharti, S.Pd saat menyampaikan aspirasinya di DPR RI mengatakan, mereka sengaja mendatangi DPR RI untuk  meminta perawakilan mereka itu, untuk  mendesak Wali Kota Baubau, Tamrin segara mengeluarkan Surat Keputusan (SK) untuk pengangkatan tenaga guru honorer yang mengabdi di sekolah swasta.

“Selama ini kami hanya memiliki SK Kepala Sekolah dari satuan pendidikan swasta. Padahal untuk diangkat menjadi PNS nantinya harus memiliki SK Wali Kota,” ujar  Suharti di Gedung Senayan, DPR RI, Jakarta, Rabu (18/11).

Suharti mengungkapkan, setiap pengusulan pembuatan SK honorer oleh wali Kota Baubau selalu ditolak dengan alasan tak jelas.

Padahal dalam UU No 14 tahun 2015, kata Suharti,  dijelaskan setiap guru memiliki hak untuk di SK kan oleh Pemda.

“Perlu diketahui jumlah honorer yang mengabdikan diri   di sekolah swasta itu jumlahnya mencapai 300 orang lebih di Kota Baubau. Seharusnya  pemerintah tidak tutup mata akan persoalan ini.  Disisi  lain,  sebagai pertimbangan pemerintah, kami juga  sudah mengabdi hampir puluhan tahun lebih dalam mencerdaskan penerus bangsa,” ungkap Suharti dengan kesalnya.

Sementara itu, Amirul Tamim mengatakan,  terkait persoalan 300 guru honorer yang belum memiliki SK wali kota.  Ia berjanji akan mendesak  Pemda untuk segara mengeluarkan SK honorer uguru yang mengabdi di sekolah swsata.

“Persoalan ini sebenarnya tidak rumit, hanya pemda yang memperumit pembuatan SK mereka. Padahal mereka sangat berjasa menutupi kekurangan guru didaerah-daerah dan telah mengabdi puluhan tahun,” ujar Mantan Wali Kota Baubau dua periode ini. (had/JPG)

loading...
Click to comment
To Top