Polisi Tangkap Pengedar Sabu-sabu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Polisi Tangkap Pengedar Sabu-sabu

KAJEN, RAJA – Kepolisian Resor Pekalongan melalui Sat Narkoba Polres Pekalongan kembali menangkap pengedar obat-obatan terlarang jenis sabu-sabu di wilayah hukumnya. Kali ini polisi berhasil membekuk NS (32) warga Kalimojosari, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, saat hendak melakukan transaksi dengan pelanggan di Jalan Karanganyar Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan.

Berdasarkan informasi, penangkapan pelaku berawal pada hari Jumat tanggal 13 November 2015 sekitar pukul 16.00. Petugas mendapatkan informasi bahwa akan ada seseorang yang hendak melakukan transaksi narkoba di Jalan Raya Karanganyar.

Kemudian petugas melakukan penyelidikan dan sekitar pukul 18.00. Hasilnya, petugas Sat Narkoba berhasil mengamankan seseorang yang kedapatan memiliki, menyimpan, menguasai narkotika jenis sabu-sabu. Tanpa berpikir panjang, pelaku beserta barang bukti 1 paket narkotika jenis sabu-sabu yang dibungkus dengan plastik klip warna putih transparan, 1 buah handpone merek Nokia dan 1 buah jaket warna hitam dibawa ke kantor Polres Pekalongan.

Kapolres Pekalongan AKBP Indra Krismadi melalui Kasubag Humas Polres Pekalongan AKP Aries Tri H saat dikonfirmasi mengatakan, penangkapan pelaku ini berkat informasi masyarakat yang resah dengan peredaran narkoba di wilayahnya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 114 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun atau pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

”Barang bukti yang kami sita seberat 0,5 gram. Adanya hal ini kami meminta masyarakat lebih aktif dalam memerangi narkoba yang sangat merugikan generasi muda ini,”kata dia.

Sementara itu di hadapan penyidik NS mengaku baru menggeluti bisnisnya sebagai pengedar narkoba. Dari satu paket yang dijualnya, setidaknya dirinya mampu mendapatkan keuntungan sekitar Rp 200 ribu. ”Saya menyesal telah melakukan hal ini dan tidak ingin melakukannya lagi,” terang dia. (*)

loading...
Click to comment
To Top