Rampas Enam Motor, Polisi Gadungan Masuk Tahanan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Rampas Enam Motor, Polisi Gadungan Masuk Tahanan

SEMARANG, RAJA – Pelaku perampasan sepeda motor yang kerap beraksi di Wilayah Pedurungan dan sekitarnya berhasil di lumpuhkan jajaran Reskrim Polsek Pedurungan. Tersangka Edi Bagus (28) diamankan bersama barang bukti enam sepeda motor dan borgol.

Dalam gelar kasus di Mapolsek Pedurungan, Selasa (17/11) tersangka Edi, warga Jomblang Barat, Kelurahan Candisari, Kecamatan Candisari mengaku, telah melakukan perampasan sebanyak enam kali. Dari aksi tunggal itu, polisi gadungan yang hanya tertunduk selama gelar kasus itu mengaku membawa lari sebanyak enam sepeda motor berbagai jenis. “Sudah enam kali. Korban saya takut-takuti menggunakan borgol yang saya curi dari pos kampling kampung saya,” aku tersangka.

Untuk memuluskan aksinya, Edi mengaku hanya mencari sasaran remaja yang diduga habis membeli pil koplo dari salah satu apotik di Gasem, Pedurungan. Saat melihat calon korbanya keluar dari apotik, sang polisi gadungan mengaku mengikuti. Di jalan yang agak sepi, Edi mengaku pura-pura tanya alamat kepada calon korbanya. “Saat menjawab biasanya mereka berhenti. Kemudian saya tanya bawa apa dan setelah tahu bawa pil koplo terus saya pura-pura mengajak ke kantor sambil saya takut-takuti dengan borgol. Bawa borgol agar dikira polisi,” tambahnya.

Di tempat ramai, korban yang belum sadar pelaku yang berpakaian seperti anggota Satreskrim itu menitipkan motor di supermarket atau tempat ramai lainnya. “Motor saya titipkan terus mereka saya beri uang untuk pulang ambil surat-surat. Motor terus saya jual tanpa BPKB harganya antara Rp2,3 juta sampai Rp2,5 juta. Jika ditanya pembeli saya ngaku motor itu hasil lelang jadi hanya ada STNK tidak ada BPKB,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Pedurungan Kompol Hendrawan Hasan, didampingi Kanitreskrim Bahrain mengungkapkan, dalam menjalankan aksinya perampasan di jalan tersangka bekerja sendiri. Sebelumnya, pelaku berpura-pura sebagai polisi yang sedang nyanggong di suatu tempat. Setelah melihat sasaran, pelaku langsung mengutit dan di tempat sepi kemudian ditakut-takuti.

Salah satu aksi perampasan, dilakukan pelaku Selasa 27 Oktober sekitar pukul 20.00 WIB di Gasem Jalan Wolter Mungisidi. “Sebagai barang bukti, kita sita enam sepeda motor hasil kejahatan dan 1 unit motor yang digunakan untuk beraksi. Sedikitnya, pelaku telah melakukan enam kejahatan empat di wilayah Polsek pedurungan dan dua di Polsek Semarang Selatan,” ungkapnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, yang dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara saat ini harus meringkuk di sel tahanan Polsek Pedurungan. (JW)

Click to comment
To Top