SMK Negeri 1 Kudus Satu-satunya Sekolah Kuliner di Indonesia Ada di Kudus – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

SMK Negeri 1 Kudus Satu-satunya Sekolah Kuliner di Indonesia Ada di Kudus

KUDUS, RAJA – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kudus ini menjadi sekolah eksklusif semenjak dirintis menjadi sekolah kuliner yang diwajibkan mampu memasak 30 menu makanan tradisional Indonesia dalam kurikulum pada jurusan tata boga .

SMKN 1 Kudus yang kini terkenal sekolah dapur nusantara ini tak hanya mampu mempromosikan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia saja. Bahkan saat ini mampu mengharumkan nama Indonesia di mata dunia dengan kulinernya.

Kepala SMKN 1 Kudus, Sudirman mengatakan sebagai pembeda sekolahnya memiliki keunggulan di tata boga tersebut. Sekolah tersebut berkurikulum plus 30 kuliner tradisional Indonesia yang menjadi satu-satunya sekolah dibidang tata boga di negeri ini.

“Kami juga menerima Training bagi sekolah-sekolah yang lain. Sehingga kami menjadi sekolah yang unggul dan dibanggakan di masyarakat,” katanya kemarin.

Bahkan saat Megawati Soekarnoputri berkunjung ke Kudus baru-baru ini sempat menanyakan kenapa sekolah yang dirintis menjadi sekolah kuliner pada 2013 itu harus 30 kuliner saja. Pihaknya mengaku saat ini terlebih dulu mempelajari kuliner yang penting.

“Bu Mega sangat bagus. Ke depan kami akan mengembangkan untuk memasukkan makanan khas di masing-masing daerah di Indonesia khususnya Jateng. Sementara ini kami memang 30 dulu karena batasan waktu biaya dan lain-lain. Maka kami fokus pada 30 masakan. Ke depan kita akan mengembangkan lebih banyak lagi sesuai dengan yang disampaikan Bu Mega,” jelasnya.

Sementara itu, baru-baru ini SMKN 1 Kudus memperkenalkan kuliner khas Indonesia di Jerman. Sekolah tersebut mewakili negeri ini dengan memberangkatkan siswa terbaiknya diantaranya Billa Aprilia Puri, Khofifah Ramadani, dan Yoga Bayu Sadewa.

Pada ajang Frankfurt Book Fair 2015 yang berlangsung 13 -19 Oktober 2015 di Jerman ketiganya mengenalkan dawet ayu, mie goreng, cendol, kue lumpur, pepes ikan kakap, bifball rendang, dan asinan Jakarta.

Tak hanya menyajikan pada ajang tersebut pertama-tama mereka mengenalkan rempah yang di bawa dari Indonesia. Selanjutnya pada kelas perdana Food Explorer “Classroom of the Future” tim Indonesia mengajarkan pembuatan kue lumpur dan asinan Jakarta.

“Mereka menyambut antusias kuliner khas Indonesia yang kita sajikan. Banyak yang ingin mencoba yang menurut mereka makanan Indonesia terkenal enak dan memiliki rasa khas pada pedasnya. Jadi ketika kita hampir kehabisan stok kami mengakali dengan mengatakan bahwa makanan itu hampir basi. Tapi mereka bilang nggak apa-apa dan langsung mencobanya. Setelah itu dia bilang enak,” papar Yoga.

Tak hanya di Jerman, Billa menjelaskan sebelumnya juga pernah mengenalkan makanan khas Indonesia di Qatar dalam acara gala dinner kedutaan. Di sana juga mendapatkan sambutan yang positif akan makanan tradisional asli Indonesia.

“Saya terus akan mengenalkan dan mempromosikan serta mengembangkan kuliner tradisional Indonesia setelah saya lulus nanti. Minimal saya akan membuat semacam restoran yang menjajakan semua jenis kuliner tradisional khas Indonesia,” pungkas Billa. (nr)

loading...
Click to comment
To Top