Hakim Tolak Seluruh Eksepsi IAS – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Hakim Tolak Seluruh Eksepsi IAS

FAJAR.CO.ID — Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi memutuskan menolak seluruh eksepsi yang diajukan oleh Ilham Arief Sirajuddin dalam kasus dugaan korupsi PDAM Kota Makassar. Putusan ini juga memastikan sidang pokok perkara dengan menghadirkan saksi-saksi akan dimulai pada sidang berikutnya.

“Memutuskan, menolak seluruh eksepsi yang diajukan Ilham Arief Sirajuddin,” kata hakim ketua Tito Suud dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Kamis 19 November 2015.

Dalam amar putusan, hakim menganggap sidang yang dilaksanakan di Jakarta sesuai dengan ketentuan untuk memudahkan jalannya sidang. Mengingat banyaknya saksi yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, maka hakim menolak sidang dilaksanakan di Makassar.

Majelis Hakim juga berpandangan, poin eksepsi yang menganggap kasus ini melanggar azas Nebis en idem tidak sesuai. Hakim beranggapan bahwa keputusan praperadilan merupakan keputusan yang belum final.

Setelah melakukan diskusi dengan majelis hakim sejenak, Ilham akhirnya memutuskan menerima keputusan sela tersebut. “Kami menerima dan kami siap untuk melanjutkan proses persidangan selanjutnya,” tegas Ilham. Sidang pemeriksaan saksi-saksi akan dilanjutkan Kamis 26 November mendatang.

Sidang yang diagendakan berlangsung siang, harus mulur hingga hampir 6 jam. Sidang Ilham sendiri berakhir tepat saat waktu Maghrib untuk wilayaj Jakarta. Sidang sempat diskors untuk memberikan kesempatan kepada Ilham berbuka puasa.

Mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin didakwa melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 45,84 miliar. Dia disebut telah mengarahkan direksi PDAM Makassar untuk menunjuk perusahaan tertentu, memerintahkan untuk melakukan pembayaran air yang tidak dianggarkan dalam RKAP PDAM Makassar serta meminta untuk melanjutkan kerja sama rehabilitasi, operasi dan transfer instalasi pengolahan air II Panaikang tahun 2007 sampai dengan tahun 2013.

Jaksa menyebut Ilham telah memperkaya diri sendiri sebesar Rp 5,5 miliar dan Direktur PT Traya Tirta, Hengky Widjaja sebesar Rp 40,33 miliar. Duit itu bersumber dari selisih penerimaan pembayaran dengan pengeluaran riil PT Traya Tirta Makassar. (hrm)

To Top