Ini Penjelasannya Kenapa Kota Makassar Jadi Panas dan Kering – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Ini Penjelasannya Kenapa Kota Makassar Jadi Panas dan Kering

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Banyak yang mengeluhkan suhu di Kota Makassar yang kering dan gersang di musim kemarau. Suhu naik signifikan dan terasa lebih panas. Perubahan alam ini mungkin berkaitan erat dengan ketersediaan wilayah terbuka hijau.

Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang salah satu poin janji pernah dipaparkan pasangan Danny Pomanto dan Syamsu Rizal (DIA) pada pemilihan wali kota 2013 lalu.

Hingga kini, RTH masih mini. Masih sembilan persen.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertanaman Kota Makassar, Abdul Azis Hasan mengaku anggaran Rp6 miliar yang dialokasikan tahun ini hanya untuk rehabilitasi taman. Makanya, sepanjang tahun ini, tidak ada pembangunan taman baru.

Pihaknya kata dia, hanya memfokuskan pada pembenahan taman, median jalan dan lorong garden di sejumlah kawasan. “Harga lahan di tengah kota sangat mahal. Anggarannya tidak bisa memenuhi pembangunan taman baru,” tuturnya, kemarin.

Meski begitu, pemerintah tetap mengupayakan pembuatan taman baru yang difokuskan untuk ruang privat. Seperti kawasan perumahan, ruko atau gedung perkantoran. Juga, akan dilakukan penggalangan dana CSR di BUMN atau para pelaku ekonomi.

“Kami tidak bisa mengajak mereka mengembangkan kawasan vertikal garden. Karena kita berpikir lahan. Tidak ada lagi ruang terbuka hijau,” tambahnya. Sesuai rencana pemerintah akan mengusulkan pembuatan taman. Lokasinya di eks terminal Toddopuli.

Lahan itu, sambungnya akan disulap menjadi kawasan ruang terbuka hijau, layaknya kantor gubernur atau di Unhas. Anggaran yang dibutuhkan, naik dua kali dibanding tahun sebelumnya.

“Luasnya lahannya sembilan hektare. Nanti dilihat berapa yang bisa dimanfaatkan untuk RTH baru,” tambah mantan Camat Rappocini ini. Ketua Forum Komunitas Hijau Makassar, Ahmad Yusran mengatakan, penambahan RTH merupakan janji politik.

Janji politik ini, sebutnya, harus direalisasikan hingga akhir periodenya. Di mana, RTH di Makassar harus 30 persen. “Jangan berpikir ketersediaan lahan. Lahan di Makassar susah. RTH bisa dengan cara vertikal garden. Lorong hingga ruko harus ditata,” sebutnya. (andi saiful/fajaronline)

loading...
Click to comment
To Top