KONI Dinilai Remehkan Menpora – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

KONI Dinilai Remehkan Menpora

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum PTMSI hasil Munaslub 2013, Oegroseno, menilai pernyataan KONI yang tak bersedia mematuhi imbauan Menpora sama artinya dengan meremehkan Menpora.

“KONI itu kan anaknya Kemenpora, kalau tidak mematuhi imbauan, itu sama artinya dengan anak meremehkan bapak,” ujar Oegroseno ketika dihubungi wartawan melalui selulernya, Rabu (18/11).

Terkait putusan MA yang menolak kasasi KONI Pusat, Oegroseno meminta KONI Pusat mematuhinya. Ia juga meminta KONI tak menunggu salinan resmi amar putusan MA karena sudah dimuat dalam website MA. 

Sehingga, KONI hanya akan mengakui PTMSI pimpinannya, bukan Marzukie Ali. Apalagi, Marzukie Ali sudah mengundurkan diri dan tak ikut campur dalam olahraga tenis meja.

“Putusan yang sudah ditampilkan di wesbite MA itu sudah sah. Jadi kenapa dipertanyakan? Apalagi, Pak Marzukie Ali sudah mundur dari PTMSI dan tak mau terlibat lagi. Saya sudah dapat SMS dari Pak Marzukie kalau beliau benar-benar mundur,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, bahwa pihak KONI Pusat melalui Wakil Ketua Umum, Suwarno pernah meminta agar pihaknya dan PTMSI versi Marzuki Alie untuk melakukan rekonsiliasi.

Rekonsiliasi itu dilakulan dengam cara memasukan nama-nama dari kedua di kepengurusan atau dengan menggelar Munaslub kembali.

Sementara itu, Kabid Pembinaan Hukum KONI Amir Karyatin mengungkapkan, terkait  imbauan surat Menpora agar KONI patuh terhadap putusan PTUN yang memenangkan PTMSI pimpinan Oegroesono, pihaknya belum bisa menjalankannya. KONI beralasan surat yang dikirim Menpora hanya bersifat imbauan.

“Itu sifatnya hanya imbauan, artinya tidak mengikat,” kata Amir saat menggelar jumpers kemarin.

Selain itu, pihaknya juga belum mengakui putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang memenangkan gugatan Oegroseno.

Pihaknya masih menunggu putusan kasasi Mahkamah Agung (MA), meski dalam website MA kasasi KONI Pusat telah ditolak.

“Kalau hanya berita seperti itu artinya belum mengikat KONI, secara hukum berdasarkan hukum acara persidangan,” tambah KabAmir Karyatin. (bam/JPG)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top