Generasi Muda Harus Ambil Bagian Sebagai Kader Politik – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Generasi Muda Harus Ambil Bagian Sebagai Kader Politik

KUDUS – Generasi muda Indonesia harus mengambil bagian sebagai kader politik. Semakin banyak pemuda yang mengerti dan menjalankan politik yang baik dengan pikiran politik yang baik pula tentu akan menjadikan negeri ini semakin maju.

Sebanyak seratus lebih mahasiswa se Kudus mengikuti pendidikan kader politik. Mereka merupakan perwakilan kampus masing-masing yang ajak untuk menumbuhkan politik yang idealis dengan pikiran positif dan beradab dalam acara yang digelar di Balai Desa Rendeng, kemarin.
Kegiatan yang merupakan program pendidikan politik dan cinta tanah air yang bekerjasama dengan kemendagri itu dipandang perlu. Mengingat saat ini meski generasi muda sudah mengerti dan minimal juga menjalankannya di organisasi masing-masing.
Tapi dengan pengkaderan politik yang baik akan menjadikan generasi muda Indonesia menjadi kader politik yang siap memajukan bangsa ini. Mengingat saat ini generasi muda kita perlu dikader, agar tidak semakin terlarut dalam dunia maya sesuai dengan kemajuan teknologi yang begitu cepat pada dewasa sekarang ini.
Koordinator seminar pendidikan politik, wawasan Kebangsaan, dan cinta tanah air KP3SDM, Satriyo mengatakan dengan mengambil tema “Pendidikan Politik dalam Rangka Membentuk Kader-kader politik” yang kemarin menyasar ke Kudus mampu membuat melek politik di mata mahasiswa.
Kegiatan yang menghadirkan narasumber Djati Solehah dari KesbangPol Kudus dan Irzum Farihah dosen STAIN Kudus memberikan sedikit pencerahan pada peserta pendidikan kader politik tersebut.
Sementara itu, Djati dalam seminar tersebut menjelaskan keunikan tipe politik predisen-presiden di Indonesia hingga tokoh politik yang disambut hanya di masyarakat seperti Risma dan Ridwan Kamil.
Sedangkan Irzum lebih memperbincangkan pada tipe-tipe politik menurut ajaran Islam. Tak hanya itu Irzum juga mengimbau pada kader politik bahwa dalam dunia politik perlu kerja keras.
“Tidak ada politisi itu langsung duduk di kursi empuk tanpa usaha. Mereka semua bekerja keras,” pungkasnya. (nr/*)

Click to comment
To Top