Jalanan di Jepara Mulai Krodit – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Jalanan di Jepara Mulai Krodit

JEPARA – Sejumlah titik jalan di wilayah Kabupaten Jepara baru-baru ini sering krodit alias macet. Terlebih pada saat jam berangkat kerja maupun sekolah. Jalan-jalan tersebut dijejali kendaraan yang cukup banyak.

Krodit sering terjadi saat pagi tiba atau sekitar pukul 07.00 WIB. Tingginya intensitas kendaraan yang melintas di jalur tersebut, mengakibatkan petugas kepolisian setempat kewalahan mengurainya.
Berdasarkan informasi yang terhimpun, titik jalan yang rawan terjadinya kemacetan tersebut diantaranya berada di Jalan Jepara-Kudus tepat di pertigaan Desa Pendosawalan, Kalinyamatan dan di Jalan Jepara-Kudus perempatan Nalumsari.
Kendaraan sepeda motor, mobil pribadi, angkutan bus maupun truk saling mendahului baik dari timur, barat, utara dan selatan. Selain itu, pada pukul 07.00 WIB hingga 07.30 WIB ratusan karyawan pabrik berangkat ke tempat kerjanya di wilayah Kecamatan Kalinyamatan, tepatnya berada di sekitar jalan tersebut. Sehingga kemacetanpun tak dapat dihindari.
Sedangkan di wilayah timur, setelah jembatan Mayong perempatan Nalumsari, banyak kendaraan besar yang melintas dari utara ke selatan maupun ke barat (menuju Mayong). Meskipun di masing-masing titik rawan kemacetan telah disiagakan dua hingga tiga personil yang mengatur lalu lintas, namun kekroditan tetap kerap terjadi.
Siska Nugraheni (25), salah satu pengendara roda dua yang melintas di daerah titik macet itu mengungkapkan, sering terjebak macet di pertigaan Pendosawalan. Karena ratusan kendaraan roda dua secara bersamaan menuju tempat kerja. Belum lagi, kendaraan lain yang saling mendahului, sehingga pemandangan macet kerap terjadi jalan ini.
“Kami butuh waktu antara 5 hingga 10 menitan menghadapi macet ini. Meski ada petugas polisi, kemacetan tetap saja terjadi. Karena sangking banyaknya kendaraan di pagi hari,” ungkap Siska yang juga salah satu karyawan pabrik di Kalinyamatan ini.
Hal serupa juga disampaikan Rio Danisa (20), salah satu mahasiswa yang kuliah di Kudus asal Jepara itu mengatakan, kondisi jalan sebelumnya lancar. Karena sekarang ada pabrik besar di wilayah tersebut, maka ratusan karyawanya saat berangkat kerja membuat jalan penuh. Belum lagi, banyak angkutan bus dan truk dump dari wilayah Nalumsari-Mayong.
“Kemacetan ini parah, seharusnya pihak berkompeten dalam hal ini Satlantas atau Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) punya solusi. Setidaknya masing-masing titik macet ada median jalannya, menggunakan traffic cone atau pembatas lain agar kondisi arus lalu lintasnya lancar,” pungkasnya. (nr/*)

loading...
Click to comment
To Top