MENCEKAM! Ingin Tangkap Buronan, Perwira Polisi Malah Hendak Dibakar Warga – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

MENCEKAM! Ingin Tangkap Buronan, Perwira Polisi Malah Hendak Dibakar Warga

FAJAR.CO.ID, BELAWAN – Upaya polisi menyergap buronan kasus perampokan, Robin Siahaan, di Komplek Gabion Lingkungan 9 Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan, diwarnai aksi perlawanan dari warga.

Polisi yang bermaksud menyergap pelaku di rumahnya, diserang sejumlah warga. Bahkan warga dengan membawa cairan bensin nyaris membakar aparat kepolisian, Kamis (18/11) dinihari.

Informadi diperoleh Sumut Pos (Fajar.co.id Group), awalnya petugas yang mendapat kabar tentang keberadaan Robin, langsung bergerak melakukan penyergapan. Dipimpin Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Musa Alexandershah, sejumlah personel kepolisian langsung menuju ke rumah tersangka.

“Polisi sekitar jam 4 pagi tadinya mau menangkap si Robin. Tapi, keluarganya sama warga menghadang petugas dan melempari menggunakan batu,” ucap BS Tarigan warga setempat.

Akibat perlawanan warga, tersangka perampokan yang merupakan target operasi (TO) akhirnya berhasil lolos dari sergapan petugas. Polisi yang tetap berupaya memburu pelaku, dikejar puluhan warga yang kemudian menyiramkan botol berisi cairan bensin ke arah aparat.

“Warga sempat mengingatkan supaya polisi pergi, tapi tetap juga mengejar si Robin. Makanya warga marah dan mau membakar petugas, bahkan ada empat rumah warga disini rusak setelah menjadi sasaran pelemparan,” sebutnya.

Polisi berlarian menyelamatkan diri. Sedangkan, Iptu Musa Alexandershah yang memimpin operasi penangkapan bersembunyi di rumah M boru Silalahi, salah seorang warga setempat.

[NEXT-FAJAR]

Namun, warga mengepung rumah dimaksud dan menyiramkan bensin ke atap rumah. “Untungnya, kemarahan warga berhasil diredam oleh beberapa warga lainnya. Dan, pak polisi yang berada di dalam rumah bisa dikeluarkan lewat gang kecil,” ungkap Tarigan.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Boy J Situmorang saat dikonfirmasi Sumut Pos membenarkan adanya kejadian itu. Perwira lulusan Akademi Kepolisian ini mengaku sangat menyayangkan atas tindakan perlawanan yang dilakukan warga, padahal polisi bermaksud menangkap buruan pelaku kejahatan.

“Anggota awalnya mau menangkap tersangka kasus perampokan, dan itu merupakan TO Polisi. Tapi, saat akan disergap di rumahnya warga malah melakukan penyerangan terhadap polisi,” terangnya. (rul/sam/jpnn)

To Top