MENENGOK PT KIOSON MEMAJUKAN UMKM (1) – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

MENENGOK PT KIOSON MEMAJUKAN UMKM (1)

PELAKU usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kini tidak perlu “minder” lagi untuk bisa bersaing dengan retailer modern. PT Kioson Komersial Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bisnis penjualan online ingin mendorong perekonomian rakyat dengan menggandeng UMKM, khususnya di kota-kota lapis kedua di Indonesia.

“Kioson didirikan untuk memberikan solusi bagi UMKM yang usahanya menurun di tengah kondisi ekonomi yang makin terpuruk, dimana penguasaan teknologi mereka yang tertatih-tatih serta keterbatasan dalam persaingan dengan retailer modern yang saat ini banyak bermunculan,” kata Founder Kioson Roby Tan, saat memperkenalkan Kioson di Jakarta, Rabu (17/11).
Kioson melibatkan pedagang UMKM melalui sistem belanja online dengan menyediakan perangkat tablet sebagai sarana bertransaksi khususnya di kota-kota lapis kedua di Indonesia.
Menurut Roby, pedagang yang menjadi mitra Kioson akan mendapat komisi dari hasil penjualan produk serta komisi dari program belanja.
Produk-produk yang ditawarkan Kioson tediri dari dua kategori yakni E-Commerce (Produk/Barang), misalnya fashion, peralatan kantor, alat kesehatan dan kecantikan, elektronik dan gadget. Kemudian Non E-Commerce (digital), misalnya pulsa, token listrik, pembayaran tagihan telepon, tagihan PAM, dan lainnya.
“Untuk kedepannya, kami berharap Kioson dapat mendorong retailer UMKM menjadi E-tailer atau retailer yang menjalankan bisnis E-Commerce. Harapannya, UMKM di seluruh Indonesia bisa terbantu, tidak hanya jual barang yang ada di Kioson tetapi pasarkan barangnya juga. Jadi toko yang di Jawa Tengah, misalnya bisa jual barangnya ke pembeli di Sumatera. Ini akan menimbulkan pergerakan ekonomi yang luar biasa dan menggerakan ekonomi kerakyatan level UKM,” jelas Roby.
Sejak beroperasi pada Agustus 2015, Kioson sudah memiliki 1.200 mitra di kota-kota lapis kedua di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa dengan 2.000 transaksi per hari. “Pada tahun 2016, kami akan melakukan akuisisi dan kerjasama dengan jauh lebih banyak mitra. Targetnya bisa lebih dari 2.000 mitra dan perluas di wilayah lain di Indonesia,” ujar Chief Executive Officer Kioson Jasin Halim.
Kioson meyakini bahwa bisnis yang ditawarkannya berbeda dari yang lain, sehingga dengan menyisakan satu bulan menutup 2015, Kioson yakin mampu mengandeng 2000 hingga 3000 mitra hingga akhir tahun.
Menurut Chief Operation Officer Kioson Ronny Marudut, target yang ingin dicapai bukan hal yang mustahil mengingat Kioson sudah memiliki 1100 mitra, sehingga dengan bantuan mitra yang sudah ada Romny yakin target mampu tercapai.
“Dengan jumlah mitra yang sudah tergabung dengan Kioson saya yakin kok, kami pun memberikan komisi bagi mitra yang bisa mengajak kios lainnya untuk bergabung dengan kami, berapa jumlah komisi itu ngga usah saya sebut,” ujarnya.
Untuk saat ini, daerah Kudus dan Pati menjadi daerah yang terbanyak UMKM bergabung dengan Kioson. Bukan itu saja, Magelang dan Temanggung juga cukup banyak.
Salah satu mitra Kioson, Khaeron yang berjualan pulsa dengan nama Arul Cell menyebutkan, kalau sejak bergabung dengan Kioson dia memiliki tambahan penghasilan. Tidak masalah walaupun Kioson juga menyediakan pulsa, karena banyak juga customer yang membeli pulsa handphone di tempatnya.
Namun ketika pulsa di tempatnya tidak tersedia biasanya dia akan menyarankan membeli di Kioson. “Jadi saya tetap ada pembeli walaupun pulsa yang saya jual sedang habis, dan untuk internet memang tidak disediakan Kioson namun tetap penjulan di kios saya untung,” ungkap Khoerun yang memiliki kios di Sunter.
Sementara Chief Executive Officer Kioson, Jusuf Halim, menambahkan, Kioson merupakan perusahaan yang membuka akses bagi masyarakat Indonesia yang tidak memiliki rekening bank/kartu kredit untuk melakukan transaksi berbelanja online. “Selain itu, Kioson secara umum didirikan dalam rangka mengedukasi dan meramaikan bisnis e-Commerce di Indonesia,” kata Jusuf Halim.
Berdasarkan hasil survei tentang kebiasaan masyarakat Indonesia, terdapat 64% penduduk Indonesia yang belum dapat mengakses Internet (Euro Monitor 2015), 60% tidak memiliki rekening bank dan 95,5% tidak memiliki kartu kredit (Vela 2014). “Segmen masyarakat tersebutlah yang menjadi target Kioson,” jelas dia.
Kioson, kata Jusuf Halim, sangat mengerti “local value” yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia dalam berbelanja yaitu tetap ingin berinteraksi langsung antara penjual dan pembeli (karena adanya unsur saling percaya), senang barang murah namun berkualitas, adanya komunikasi yang terjalin dari proses pembelian barang hingga sampai ke tangan pembeli.
Hal tersebut dipenuhi oleh sistem Kioson, karena penjual dan pembeli bertemu di Mitra Kioson yang ada bentuk fisiknya (toko/kios), barang-barang yang ditawarkan secara online jauh lebih murah dan Kioson selalu memberikan update melalui sms mulai dari transaksi pembelian, proses penerimaan uang, pengiriman barang hingga barang sampai ke tangan pembeli.
Produk-produk yang ditawarkan Kioson terdiri dari 2 (dua) kategori yaitu e-Commerce (Produk/barang), misalnya Fashion, Peralatan Kantor, Alat kesehatan & kecantikan, Elektronik & Gadget, serta Non e-Commerce (digital), misalnya pulsa, token listrik, pembayaran tagihan telepon, tagihan PAM, dan lain-lain. Enaknya lagi, semua produk-produk tersebut ditampilkan dalam tablet yang ada di mitra Kioson.
“Kioson adalah perusahaan asal Indonesia yang didukung oleh manajemen yang berpengalaman dalam industri Merchandising, e-Commerce, Telekomunikasi dan Keuangan. Dengan visi membangun jaringan E-tailer terbesar di Indonesia bekerja sama dengan para pelaku UMKM, dan misi menggunakan teknologi untuk meningkatkan daya saing, kami yakin dapat menjadikan Kioson sebagai perusahaan startup E-Commerce yang mendukung tumbuhnya golongan kelas menengah kebawah dan para pelaku UMKM dengan teknologi terkini,” tambah Roby Tan. (yon/*)

loading...
Click to comment
To Top