Pesan Abraham Samad untuk Pimpinan KPK yang Baru – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Pesan Abraham Samad untuk Pimpinan KPK yang Baru

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Masa jabatan pimpinan KPK jilid III segera berakhir pada Desember 2014. Selama empat tahun dipimpin empat komisioner tangguh sejak 2011, KPK nyatanya tak luput dari ancaman pelemahan dan penghancuran. Puncaknya adalah, saat Ketua dan Wakil KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto dijadikan tersangka kemudian dinon-aktifkan dari jabatannya.

Lantas, adakah catatan penting bagi pimpinan KPK masa jabatan mendatang?

Ketua nonaktif KPK Abraham Samad menuturkan, pimpinan jilid IV diharapkan bisa melanjutkan pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu. Itu sebagaimana harapan masyarakat agar pemberantasan korupsi.

“Karena apa pun yang terjadi, yang menimpa KPK jilid III enggak boleh buat kita jadi takut atau kendor dalam pemberantasan korupsi,” kata Abraham Samad saat ditemui di daerah Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/11) malam.

Namun, kata Samad, kejadian-kejadian yang terjadi pada masa kepemimpinan KPK jilid III itu harus dijadikan motivasi dan kekuatan pimpinan yang baru untuk memberantas korupsi tanpa pandang bulu.

Samad juga berpesan agar segala sesuatu yang dikerjakan KPK sesuai dengan apa yang diperintah undang-undang.

“Kita tetap berjalan di rel yang sebenarnya. Yang terpenting pemberantasan korupsi enggak boleh kalah, enggak boleh tunduk pada intervensi mana pun juga,” tegasnya.

Seperti diketahui, Februari lalu KPK harus terpaksa kehilangan dua pimpinannya. Yakni, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto (BW) yang tersandung kasus hukum.

Abraham Samad ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemalsuan dokumen oleh Polda Sulselbar. Sementara BW ditetapkan sebagai tersangka dugaan mengarahkan kesaksian palsu.

Setelah berstatus tersangka, keduanya dinonaktifkan dari jabatannya. Kemudian Presiden Joko Widodo mengangkat tiga pimpinan sementara KPK. Yaitu, Taufiequrrahman Ruki, Indriyanto Seno Adji, Johan Budi SP. (put/jpg)

loading...
Click to comment
To Top