Banten Diprediksi Kebanjiran Beras Impor – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Banten Diprediksi Kebanjiran Beras Impor

FAJAR.CO.ID, BANTEN – Bulog Sub Divre Serang mendapatkan jatah beras impor sebanyak 3.000 ton berasal dari Vietnam, yang akan mulai dipergunakan sejak awal tahun 2016 mendatang. Masuknya beras impor asal Vietnam tersebut, karena pemerintah pusat mengambil kebijakan membuka keran beras impor untuk menjaga persediaan beras nasional.

Kepala Bulog Sub Divre Serang Guntur Muayad Bustomi mengatakan, pihaknya mendapatkan jatah 3.000 ton beras impor Vietnam. Beras ini baru akan dipergunakan tahun depan. Maka ia memastikan, tahun ini pihaknya akan tetap mendistribusikan beras Raskin yang berasal dari petani lokal.

“Itu semua untuk tahun depan. Selain itu, 3.000 ton beras Vietnam itu juga untuk persediaan nasional, jadi tidak semuanya dipergunakan untuk Serang-Cilegon. Sehingga kami belum bisa memastikan akan didistribusikan kemana beras impor itu, karena bisa saja untuk memenuhi kebutuhan beras di luar Banten,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (20/11).

Ia menambahkan, dibukanya keran beras impor tersebut lantaran terjadi mundurnya jadwal tanam nasional yang baru dimulai November ini. Biasanya, jadwal tanam nasional itu terjadi pada Oktober, sehingga diperkirakan Maret sudah memasuki masa panen. Akibatnya, ada kekhawatiran akan terjadi kelangkaan beras ditingkat nasional, maka pemerintah pusat membuka keran beras impor.”Hal itu karena dampak dari panjangnya musim kemarau tahun ini akibat dari El Nino,” katanya.

Guntur mengatakan saat ini persediaan beras di Gudang Bulog Sub Divre Serang mencapai 8.285 ton, yang terdiri dari 5.285 ton beras lokal dan 3.000 ton beras impor. Oleh karena itu diupayakan beras lokal tersebut dapat terdistribusikan tahun ini ke Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon.

“Khusus untuk Kota Serang penyerapan Raskin regular hingga 20 November 2015 sudah mencapai 91 persen, dengan sisa pagu mencapai 207,92 ton. Sementara untuk penyerapan Raskin 13 di Kota Serang sudah terselurkan sebanyak 126,825 ton atau 49,38 persen, dari pagu sebanyak 256,815 ton. Kemudian untuk Raskin 14 di Kota Serang sudah tersalurkan sebanyak 84,3 ton atau 32,83 persen,” ucapnya.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada stakeholder terkait untuk lebih serius dalam menyalurkan beras Raskin di Kota Serang. Ini karena saat ini sedang masa panceklik akibat dampak kemarau yang berkepanjangan. Maka dengan kata lain, masyarakat sedang sangat membutuhkan beras dengan harga murah.(and)


Click to comment
To Top