Bisnis Batu Akik di Kalsel Terjun Bebas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Bisnis Batu Akik di Kalsel Terjun Bebas

FAJAR.CO.ID, MARTAPURA – Saat bisnis batu akik booming, banyak pedagang permata di Martapura, Kalimantan Selatan ikut-ikutan berjualan akik. Untungnya pun ketika itu berlipat. Namun, kini setelah batu akik mulai meredup, mereka balik kucing ke bisnis awal: jualan batu permata!

Mulaki, pengelola Permata Kalimantan’s, salah satu pusat batu mulia di Pasar Intan Martapura, mengungkapkan bahwa dirinya sempat menjajakan akik di etalasenya. Pengunjung yang datang ke tokonya juga berjubel. “Saya untung besar saat itu. Tapi, waktunya tidak lama,” ujarnya.

Ketika itu, dia berharap tren batu akik bisa bertahan lama. Dengan begitu, keuntungan besar terus mengalir ke tokonya. Tapi, harapan tersebut meleset. Secara tiba-tiba, harga batu akik turun drastis.

M. Fauzan, pemilik Pusat Permata Antara, mengatakan hal yang sama. Harga beberapa jenis batu akik disebutnya sempat meroket hingga ratusan persen. Namun, sejak sebulan terakhir, harganya kembali anjlok seperti ketika akik belum booming.

Di antaranya, batu jenis red borneo dan green borneo. “Tapi, kini harganya tidak bisa dipertahankan lagi, Rp 50 ribu bisa dapat tiga biji,” bebernya. Pengakuan yang sama diungkapkan pedagang lain di pasar sama.

Meski demikian, mereka tidak otomatis sama sekali kehilangan penghasilan. Sebab, dagangan permatanya masih tetap ter­simpan dengan baik. Saat ini para pedagang di sana mulai menampilkan permata di etalase mereka. Promosi juga gencar dilakukan.

Fauzan mengatakan bahwa harga permata ternyata tidak anjlok seperti akik. Sebut saja blue sapphire yang tetap dihargai Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu untuk dimensi 2 x 2 x 2 cm.

”Harganya dari dulu memang segitu. Malah jadi lebih tinggi karena sekarang lebih banyak yang mencari. Tapi, secara umum, bisa dibilang stabil saja,” ungkapnya.

Fauzan menambahkan, harga permata lebih stabil karena pasarnya global serta tersertifikasi. ”Kalau safir, rubi, dari dulu ada pasarnya, bahkan diakui di banyak negara. Beda dengan akik yang memang hanya musiman,” terangnya. (mas/man/mon/JPG/c7/git)

loading...
Click to comment
To Top