Hanya Akui Kongres Papua, Kemenpora: Dualisme KNPI Sudah Selesai! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Hanya Akui Kongres Papua, Kemenpora: Dualisme KNPI Sudah Selesai!

BATAM, FAJAR.CO.ID — Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Imam Nahrawi menegaskan ulang sikap resmi terkait wacana dualisme. Menpora menegaskan tidak dikenal lagi istilah dualisme. Sudah selesai, dan yang diakui saat ini hanya kepengerusan DPP KNPI hasil Kongres XIV di Papua.

“Pesan menteri ini sudah berulang, tapi harus ditegaskan lagi agar dipahami dan diketahui lebih luas. Tidak ada dualisme KNPI. Kemenpora juga tidak mengundang dan melibatkan KNPI kecuali kepengurusan hasil Kongres Papua,” tegas Asisten Deputi Organisasi Pemuda Kemenpora RI, Abdul Muslim, Minggu 22 November di Batam. Muslim
mewakili Menpora pada pelantikan DPD KNPI Kepri di bawah kepemimpinan Banjar Ahmad, di Sport Hall Batam.

Ketua Umum DPP KNPI Muhammad Rifai Darus berharap, elemen pemerintahan, mulai eksekutif, yudikatif dan legislatif, perlu satu suara merespons suara kemenpora. “Waktu akhirnya menjawab bahwa KNPI itu hanya satu. Yang dihasilkan Kongres Papua lalu,” tambah Rifai Darus.

Sekjen DPP KNPI, Sirajuddin Abdul Wahab, menegaskan Kemenkumham RI juga menegaskan hal serupa. Yang sah menggunakan KNPI hanya hasil Kongres Papua. Keabsahan ini tertuang dalam Surat Penegasan, tertanggal, 30 Oktober 2015, nomor AHU2.AH.01.04-192, Perihal Keabsahan KNPI dengan Alamat Jl. HR. Rasuna Said, Komplek GEMA Kuningan, Jakarta Selatan.

Surat itu menegaskan Pengurus DPP KNPI adalah Muhammad Rifai Darus (Ketua Umum),  Sirajuddin Abdul Wahab (Sekjen), dan Firman Baso (Bendum). Juga merunut bahwa Dewan Pengawas/MPI adalah Ahmad Doli Kurnia (Ketua), Mustafa M. Radja (Sekretaris).

“Apabila ada oknum-oknum yang mengklaim dan mengatasnamakan dirinya sebagai pengurus DPP KNPI,  maka dipastikan oknum-oknum tersebut adalah penipu, palsu, pembohong,” tegas Sekjen KNPI Sirajuddin Abdul Wahab.

Ketua OKK DPP KNPI, Muhammad Risman Pasigai, meminta jajaran kepengurusan KNPI hingga di daerah tidak lagi ragu berkreasi dan berkarya untuk bangsa. “Dualisme itu sebenarnya memang tidak pernah ada. Jadi jangan lagi mau terganggu dengan isu itu,” tambahnya. (*)

loading...
Click to comment
To Top