Mahasiswa Makassar Bikin Onar di Kongres HMI – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Mahasiswa Makassar Bikin Onar di Kongres HMI

FAJAR.CO.ID, PEKANBARU – Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke XXIX di Provinsi Riau, tercoreng akibat ulah segelintir oknum mahasiswa asal Makasar. Sejak Sabtu Malam (21/11) hingga Minggu (22/11) dinihari, ratusan mahasiswa ini membuat onar di Kota Pekanbaru, tempat berlangsungnya kongres.

Malam tadi mereka sempat memblokir jalan bahkan membakar ban. Tak hanya itu, fasilitas publik seperti halte trans Pekanbaru juga dilempari. Massa mahasiswa yang anarkis ini baru mundur setelah dihadang aparat kepolisian.

 

Aksi ini dipicu karena mereka merasa tidak disediakan tempat yang layak oleh panitia lokal. Polisi akhirnya mengarahkan mereka untuk tinggal di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR). Ratusan mahasiswa ini juga diberikan nasi bungkus supaya lebih tenang. Penjagaan ketat pun dilakukan aparat.

Namun mereka kembali melakukan aksi anarkis dengan berusaha memblokir jalan dan memancing keributan di dalam GOR, Minggu (22/11) sekitar pukul 02.20 wib.

Beruntung pada saat itu Wakapolresta Pekanbaru AKBP Sugeng Putut Wicaksono SIK dengan puluhan personil Satreskrim yang berpakaian preman masih berada di lokasi kejadian, dan dengan cepat ratusan Mahasiswa tersebut langsung dipukul mundur hingga masuk kembali ke dalam GOR.

Namun kembali muncul provokator. Mereka mengambil ban dan mengeluarkan suara ribut, mengajak teman-temannya untuk turun ke jalan. Melihat hal tersebut Wakapolresta langsung memerintahkan anggota berpakaian preman mengamankan mereka yang dianggap provokator serta mengumpulkan di dalam GOR.

Dihadapan Ribuan Mahasiswa yang telah berhasil dikumpulkan didalam GOR, akhirnya mantan Kapolres Siak ini mengungkapkan amarahnya dengan suara lantang. Kepada Mahasiswa AKBP Sugeng Putut Wicaksono SIK menyebut jika ulah para Mahasiswa tersebut bukanlah cerminan pemuda yang terdidik.

“Jika seperti ini kalian bukan Mahasiswa namanya, lebih bagus preman di pasar tapi tidak menganggu ketentraman Masyarakat,” berang Putut.

Tidak lepas melampiaskan amarahnya kepada Mahasiswa, Wakapolresta Pekanbaru menegaskan dihadapan ribuan Mahasiswa jika masih berani berbuat anarkis maka tindakan tegas akan dilakukan aparat Kepolisian.

“Jika kalian masih berbuat anarkis dan tidak bisa bekerja sama, kami yang diamanahkan Negara untuk menjaga keamanan Masyarakat akan menindak tegas kalian. Jangan salahkan kami nantinya,” tegas Wakapolres.

Setelah mendengar amarah orang nomor dua di Polresta Pekanbaru ini, akhirnya ratusan Mahasiswa terdiam. Sekitar 20 menit lamanya Wakapolres menyampaikan keluhan akan aksi anarkis para Mahasiswa tersebut. Puluhan personil anggota Sabhara terlihat melakukan penjagaan di luar gedung.

Kongres HMI ini sendiri masih menuai pro kontra. Salah satunya mengenai sumber pembiayaan Kongres yang berasal dari APBD Provinsi Riau, senilai Rp3 Miliar. Belum termasuk pembiayaan yang didukung APBN dan sumbangan dari beberapa pihak swasta. Besarnya anggaran untuk Kongres Mahasiswa dikritisi, karena dinilai tidak memberi efek positif secara langsung kepada masyarakat Riau. Ditambah lagi biaya Kongres dinilai lebih besar dari penanggulangan bencana Karhutla yang cuma Rp1,4 Miliar.(rp/afz/JPG)

loading...
Click to comment
To Top