Ke Tanah Suci, Novel Baswedan Tak Hadiri Panggilan Bareskrim – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Ke Tanah Suci, Novel Baswedan Tak Hadiri Panggilan Bareskrim

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang hari ini dipanggil Barekrim Polri dipastikan tak bisa memenuhinya. Padahal, sedianya tersangka kasus penganiayaan berat itu bakal dilimpahkan di dari penyidik Bareskrim ke Kejaksaan Agung.

Kuasa hukum Novel, Saor Siagian mengatakan, kliennya tak bisa memenuhi panggilan Bareskrim pada hari ini. Alasannya, Novel sedang umrah ke tanah suci. “Pak Novel sedang ibadah umrah. Ibadah ini dilakukan jauh hari sebelum panggilan dari Bareskrim,” katanya saat dikonfirmasi Senin (23/11).

Karenanya, dipastikan proses penyidikan yang sudah memasuki tahap akhir ini kembali tersendat. Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri sudah menjadwalkan pelimpahan berkas pada Senin ini terhadap Novel yang jadi tersangka penganiayaan berat terhadap pencuri burung walet beberapa waktu lalu.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan Polri siap menjemput paksa apabila yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan.

“Yang begitu ditanyakan lagi, kan sudah ada ketentuan hukumnya. Kalau dia (Novel) tidak datang hari Senin besok ya kita beri panggilan kedua. Aturannya ada di undang-undang, tidak usah ditanyakan. Kalau tidak hadir lagi ya bisa upaya paksa,” tegas Badrodin, Jumat (20/11) di Mabes Polri.

Namun nanti setelah di Kejagung Novel akan ditahan atau tidak, Badrodin tidak tahu. “Itu terserah Kejaksaan, apa ditahan atau tidak, masa kita dikte mereka (Kejagung),” lanjut mantan Kabaharkam ini.

Untuk diketahui, selama ini Novel yang menjadi tersangka di Bareskrim tidak menjalani penahanan oleh penyidik.

Novel dipanggil diminta hadir pada 23 November 2015 menemui penyidik Kombes Daniel Adityajaya untuk penyerahan berkas dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum pada Jampidum Kejaksaan Agung RI.

[NEXT-FAJAR]

Sebelumnya berkas itu sudah dilimpahkan tahap satu dari penyidik Polri ke Kejagung pada 10 Juli 2015. Namun Kejagung belum memberi jawaban apakah berkas ada kekurangan atau dinyatakan lengkap (P21) lalu disusul pelimpahan tahap dua.

Diketahui Novel terjerat kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan luka berat terhadap tersangka pencurian sarang burung walet yang terjadi di Bengkulu pada 2004 silam, saat ia masih menjadi Kasatreskrim Polres Bengkulu. (elf/JPG)

loading...
Click to comment
To Top