MENENGOK PT KIOSON MEMAJUKAN UMKM (2-Habis) – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

MENENGOK PT KIOSON MEMAJUKAN UMKM (2-Habis)

SEBAGAI sebuah perusahaan yang bergerak di bisnis penjualan online, PT Kioson Komersial Indonesia, menyatakan siap menggandeng para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya yang berada di kota-kota lapis kedua di seluruh Indonesia sebagai mitra dengan produk layanan e-Commerce, Kioson.

“Kioson didirikan untuk memberikan solusi bagi UMKM yang usahanya menurun ditengah kondisi ekonomi yang makin terpuruk, dimana penguasaan teknologi mereka yang masih tertatih-tatih serta keterbatasan dalam persaingan dengan retailer modern yang saat ini banyak bermunculan. Untuk kedepannya, kami berharap Kioson dapat mendorong retailer UMKM menjadi e-tailer atau retailer yang menjalankan bisnis e-Commerce,” ujar Founder Kioson, Roby Tan, saat perkenalan e-Commerce Kioson, di Rockhall FX7, FX Lifestyle Centre, Senayan, Jakarta, Rabu (18/11).
Kioson, lanjut dia, merupakan perusahaan e-Commerce pertama di Indonesia yang melibatkan pedagang UMKM melalui sistem belanja online yang aman dan menguntungkan dengan menyediakan perangkat tablet sebagai sarana bertransaksi.
Mengusung tagline “Semua Bisa Online” hal itu menggambarkan sistem kerja Kioson yang berkorelasi dengan semua pihak, baik supplier, retailer maupun pelanggan untuk dapat melakukan transaksi secara online.
“Sejak didirikan pada bulan Mei 2015, Kioson telah memiliki jaringan yang kuat. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya lebih dari 1.000 tablet yang sudah terinstalasi di toko-toko yang menjadi mitra Kioson,” tambah Roby Tan.
Chief Executive Officer Kioson, Jusuf Halim, menambahkan, Kioson merupakan perusahaan yang membuka akses bagi masyarakat Indonesia yang tidak memiliki rekening bank/kartu kredit untuk melakukan transaksi berbelanja online. “Selain itu, Kioson secara umum didirikan dalam rangka mengedukasi dan meramaikan bisnis e-Commerce di Indonesia,” kata Jusuf Halim.
Berdasarkan hasil survei tentang kebiasaan masyarakat Indonesia, terdapat 64% penduduk Indonesia yang belum dapat mengakses Internet (Euro Monitor 2015), 60% tidak memiliki rekening bank dan 95,5% tidak memiliki kartu kredit (Vela 2014). “Segmen masyarakat tersebutlah yang menjadi target Kioson,” jelas dia.
Kioson, kata Jusuf Halim, sangat mengerti “local value” yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia dalam berbelanja yaitu tetap ingin berinteraksi langsung antara penjual dan pembeli (karena adanya unsur saling percaya), senang barang murah namun berkualitas, adanya komunikasi yang terjalin dari proses pembelian barang hingga sampai ke tangan pembeli.
Hal tersebut dipenuhi oleh sistem Kioson, karena penjual dan pembeli bertemu di Mitra Kioson yang ada bentuk fisiknya (toko/kios), barang-barang yang ditawarkan secara online jauh lebih murah dan Kioson selalu memberikan update melalui sms mulai dari transaksi pembelian, proses penerimaan uang, pengiriman barang hingga barang sampai ke tangan pembeli.
Produk-produk yang ditawarkan Kioson terdiri dari 2 (dua) kategori yaitu e-Commerce (Produk/barang), misalnya Fashion, Peralatan Kantor, Alat kesehatan & kecantikan, Elektronik & Gadget, serta Non e-Commerce (digital), misalnya pulsa, token listrik, pembayaran tagihan telepon, tagihan PAM, dan lain-lain. Enaknya lagi, semua produk-produk tersebut ditampilkan dalam tablet yang ada di mitra Kioson.
“Kioson adalah perusahaan asal Indonesia yang didukung oleh manajemen yang berpengalaman dalam industri Merchandising, e-Commerce, Telekomunikasi dan Keuangan. Dengan visi membangun jaringan E-tailer terbesar di Indonesia bekerja sama dengan para pelaku UMKM, dan misi menggunakan teknologi untuk meningkatkan daya saing, kami yakin dapat menjadikan Kioson sebagai perusahaan startup E-Commerce yang mendukung tumbuhnya golongan kelas menengah kebawah dan para pelaku UMKM dengan teknologi terkini,” tambah Roby Tan. (*/yon)

loading...
Click to comment
To Top