Puting Beliung “Ngamuk” di Sejumlah Daerah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Puting Beliung “Ngamuk” di Sejumlah Daerah

KUDUS – Angin puting beliung yang disertai hujan deras “mengamuk” di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Di Kabupaten Kudus, puluhan pohon tumbang, di Magelang ratusan rumah rusak, bahkan satu rumah rata dengan tanah.

Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kudus menyebabkan puluhan pohon tumbang. Tak hanya merintangi jalan, pohon tumbang juga mengakibatkan enam orang terluka saat pohon tersebut menimpa warung yang ada di sekitar GOR Kudus.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Bergas C Penanggungan, mengatakan pohon tumbang tak hanya terjadi di GOR Wergu. Total ada puluhan peristiwa pohon tumbang dalam waktu bersamaan di sekitar Kecamatan Kota.
Musibah ini terjadi saat hujan deras dan angin kencang melanda, Sabtu (21/11) sekitar antara jam 14.00 – 15.15 WIB.
“Jumlahnya banyak catatan kami di GOR (3 pohon) , PG Rendeng (1), Pangeran Puger (1), Jalan Jendral Sudirman (1), Johar (1), Jalan Pemuda (1), Sekitar lingkungan Pendopo (3),” katanya, Sabtu (21/11).
Agar tak menyebabkan kemacetan terutama pohon yang merintangi jalan pihaknya melakukan penyingkiran pohon terutama pada jalan-jalan raya bersama melakukan pembersihan dengan Dinas Ciptakaru.
“Beberapa pohon melintang jalan kami prioritaskan. Sebelum pindah ke pohon yang tidak mengganggu pengguna jalan seperti di Gor,” jelasnya.
Ia mencatat kejadian pohon tumbang tersebut mengakibatkan enam orang menjadi korban baik yang mengalami luka ringan hingga luka sedang yang menimpa sebuah warung di Gor.
Sementara itu, banyaknya pohon yang tumbang akibat diguyur dan diterpa angin kencang membutuhkan tenaga ekstra dalam melakukan pembersihan tersebut. Semula BPBD Kudus dan Dinas Ciptakaru yang mulai membersihkan pohon sore hari bisa merampungkan pembersihan hingga larut malam dibantu para relawan dan TNI.

Ratusan Rumah Rusak

Sementara puting beliung juga terjadi di lereng Gunung Sumbing Jumat (20/11) petang. Satu rumah roboh dan ratusan rumah di Dusun Kacetan, Desa Ngargosoko, Kecamatan Kaliangkrik rusak. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Magelang Sabtu (21/11) masih terus melakukan pendataan kerusakan rumah warga akibat terjangan angin kencang tersebut. Sementara ratusan relawan dibantu TNI dan Polri, dan warga sekitar membersihkan puing-puing bangunan dan membantu memperbaikinya. Dalam kesempatan tersebut Bupati Magelang Zaenal Arifin juga menyerahkan bantuan kepada warga yang rumahnya rusak.
Priyo (45) warga setempat mengatakan bahwa angin putting beliung disertai hujan tersebut terjadi pukul 16.00 WIB. “Angin dan hujan datang secara tiba-tiba setelah sebelumnya terjadi mendung yang sangat gelap,“ katanya.
“Ada satu rumah milik Panji roboh, dan banyak rumah warga yang rusak di bagian atap,“ jelas Priyo.
Bupati Magelang Zaenal Arifin saat meninjau dan memberikan bantuan secara simbolis mengatakan, di wilayah Kabupaten Magelang teridiri dari daerah perbukitan, hal ini tentunya sangat rentan terjadi bencana alam bisa berupa tanah longsor, angin puting beliung seperti yang terjadi saat ini.
“Kami harapkan kepada masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan terutama pada musim penghujan ini, sehingga apabila terjadi bencana sewaktu waktu masyarakat siap menghadapi serta meminimalisir terjadinya korban jiwa,“ tuturmya.
Sementara Kepala BPBD Kabupaten Magelang Sujadi mengatakan masyarkat beserta aparat serta relawan bergotong royong memperbaiki rumah rumah warga yang mengalami kerusakan akibat puting beliung. Sebagian rumah warga sudah selesai diperbaiki.
“Dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten Magelang akan segera mengupayakan bantuan, sehingga masyarakat yang rumahnya rusak utamanya yang mengalami rusak berat atau roboh dapat segera memiliki tempat tinggal dan beraktifitas seperti sediakala,“ tegasnya.
Berdasarkan data sementara di Dusun Caketan terdapat 110 Kepala Keluarga, dan hampir seluruhnya rusak ringan, sedang, dan berat akibat angin puting beliung tersebut.
Angin puting beliung juga menerjang daerah Muntilan, Magelang, Sabtu (21/11) sore. Puluhan bangunan dan kendaraan rusak tertimpa pohon tumbang.
“Angin kencang (puting beliung) melanda daerah Muntilan, Magelang tadi sore pukul 17.00 WIB. Banyak pohon tumbang menimpa bangunan dan kendaraan,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (21/11).
Sutopo menjelaskan, sebanyak 124 unit rumah dan satu mobil di Muntilan, Magelang, rusak karena tertimpa pohon tumbang. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Kejadian puting beliung berlangsung pada siang hingga sore, dalam masa pancaroba atau transisi sehingga mudah sekali terjadi angin kencang atau angin puting beliung menjelang hujan,” jelas Sutopo.
Dalam foto-foto yang diunggah Sutopo di akun Twitter-nya, tampak puluhan bangunan di daerah Magelang, Jawa Tengah, rusak diterjang angin puting beliung. Puluhan pohon tumbang dan menimpa bangunan serta kendaraan. (nr-zis)

Click to comment
To Top