Dorce Ingin Garap Bisnis Trevel dan Perjalan Haji – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hiburan

Dorce Ingin Garap Bisnis Trevel dan Perjalan Haji

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Dorce Gamalama terus mengeksplor kemampuannya. Tidak hanya di dunia seni. Pelawak, pembawa acara, pemain film, dan penyanyi ini merambah dunia bisnis. Dorce , sapaan akrabnya menjatuhkan pilihanya pada bisnis travel umrah dan haji.

”Sebenarnya bukan bisnis. Tepatnya ibadah membantu kaum muslim ke tanah suci,” ujar Dorce Gamalama saat di Expo Pekerja Seni di gedung Smesco, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, kemarin.

Usaha ini memang telah dirintisnya Dorce sejak lama. Namun, karena kesibukannya di panggung musik. Dorce belum berani untuk menseriusinya. ”Sekarang masih belajar. Ikut beberapa travel umrah dan haji,” papar artis kelahiran Solok, Sumatera Barat, 21 Juli 1963 tersebut.

Dorce meyakini, usaha yang ditekuninya ini bukanlah mencari keuntungan. Namun lebih kepada membantu kaum muslim untuk bisa menjalani ibadah. Oleh karenanya, dia berusaha memberikan pelayanan yang terbaik tanpa mengecewakan mereka. Apalagi menjanjikan keberangkatan namun tidak kunjung jadi. ”Memang banyak yang begitu. Tapi aku berusaha untuk tidak melakukan hal itu. Mereka kan tamu-tamu Allah,” ungkapnya.

Lewat Expo Pekerja Seni yang diselengarakan Koperasi Pekerja Seni Indonesia (KOPSI) yang di support oleh Kementrian Koperasi dan Lembaga Pengelolahan Dana Bergulir (LPDM). Dorce berusaha untuk memperkenalkan usahanya itu. ”Tapi di sini saya tidak mintaminta, disini saya membantu kawan-kawan yang menyelengarakan acara ini,” tegasnya.

Walaupun memiliki mainan baru di bidang bisnis. Pemain film ‘Hantu Biang Kerok’ itu tidak melupakan karirnya. Sebaliknya, dengan kemampuan yang dimilikinya. Dorce mengembangkan industri musik dan perfilman tanah air tanpa pamrih. ”Apa yang aku lakukan di musik dan film itu hobi, kalau kita jalani dengan hobi. Mau dibayar atau tidak kita akan senang,” jelasnya.

Selama berkarir Dorce memang tidak pernah merepotkan kawan-kawannya. Alihalih minta sumbangan dana untuk kegiatan yang dilakukanya. Dirinya pun tidak pernah minta kepada pemerintah. ”Tidak ada. Saya tidak meminta dari pemerintah. Saya berusaha sampai mati tidak akan meminta. Dalam membuat karya saya tidak pernah mengemis,” tegasnya. (ash)

loading...
Click to comment
To Top