Kejari Bidik Korupsi Proyek Jalan Desa Rp1,7 M – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Kejari Bidik Korupsi Proyek Jalan Desa Rp1,7 M

PEKALONGAN, RAJA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekalongan, Jawa Tengah, membidik kasus dugaan korupsi proyek jalan jembatan penghubung Desa Luragung-Bojongkoneng senilai Rp1,7 miliar.

Kepala Kejari Pekalongan Ahelia Abustam mengatakan, kasus itu kini masih penyelidikan. “Kami telah memanggil sembilan saksi untuk dimintai keterangan. Saksi itu adalah rekanan pelaksana, konsultan, dan pejabat Dinas Pekerjaan Umum (PU),” ujarnya, Senin (23/11).

Menurut dia, dugaan korupsi pada proyek 2014 tersebut juga telah menjadi target Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng. “Hanya, kami belum tahu diambil atau tidak oleh Kejati Jateng. Jika diambil tidak apa-apa, karena pelapor membuat tembusan ke mana-mana, termasuk ke Kejati di Semarang,” ucap Ahelia.

Jembatan yang merupakan tembusan dari Desa Luragung ke Bojongkoneng sendiri dibangun karena adanya bencana longsor di Desa Bojongkoneng pada pertengahan 2014.

Meski demikian, proyek itu mangkrak dan tidak dapat digunakan oleh warga sekitar sehingga sudah setahun terakhir warga Desa Luragung terisolasi.

“Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan. Untuk mengetahui adanya kerugian negara, kami bekerja sama dengan tim ahli dari Universitas Negeri Semarang,” tutur Ahelia.

“Kami telah memanggil sembilan saksi untuk dimintai keterangan. Saksi itu adalah rekanan pelaksanan, konsultan, dan pejabat Dinas Pekerjaan Umum,” kata Ahelia.

Menurut Ahelia, proyek anggaran penetapan 2014 itu juga telah menjadi target Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Sebab proyek jembatan itu mangkrak dan tidak dapat digunakan warga.

“Hanya saja, kami belum tahu diambil atau tidak (kasus itu). Jika diambil tidak apa-apa dan diserahkan kejati karena pelapor membuat tembusan ke mana-mana, termasuk ke Kejati di Semarang,” ujar dia. (oz-mt)

Click to comment
To Top