Legislator Evaluasi RSUD Polewali – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Legislator Evaluasi RSUD Polewali

FAJAR.CO.ID, POLMAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar menyesalkan buruknya sistem yang diterapkan manajemen RSUD Polewali.

Peristiwa tertahannya jenazah nenek Toti, warga asal Kabupaten Mamasa tertahan 12 jam di RSUD dengan dalih ambulans rusak mesti menjadi pelajaran, Minggu, 22 November lalu membuat para legilator angkat bicara.

Wakil Ketua DPRD Polman, Busman menyesalkan sikap manajemen RSUD yang seharusnya merencanakan dengan matang pelayanan rumah sakit. “Kita sama-sama menyesalkan peristiwa tersebut. Ini cerminan tidak maksimalnya pengelolaan RSUD,” katanya.

Busman melihat komitmen Pemkab Polman, atas pelayanan kesehatan berbanding terbalik dengan kenyataan. “Saya liat itu mobil ambulance di kecamatan-kecamatan juga bagus-bagus, mestinya kalau pelayanan RSUD itu tak hanya 24 jam, tapi siapkan mobil bagus,” tuturnya.

Apalagi secara geografis, Kabupaten Polman ini kebanyakan daerah pegunungan. “Jika alasan tidak bisa mendaki di pengunungan, seharusnya diprogramkan mobil yang bagus. Ini kan kesalahan perencanaan,” katanya.

Ketua Komisi IV DPRD Polman, Fariduddin Wahid pun juga menyesalkan buruknya pengelolaan RSUD. “Kita sayangkan kasus demikian jenazah tertahan di RSUD karena alasan mobil jenazah. Mestinya rumah sakit harus kondisi siap. Apalagi tujuh kecamatan di polman ini kebanyakan pengunungan. Ini akan menjadi evaluasi agar tidak terulang,” ujarnya.

Meskipun demikian, Direktur RSUD Polewali, Syamsiah, berdalih mobil jenazah disediakan tidak layak bila untuk area pengunungan hanya bisa akses perkotaan, sebab satunya berada dibengkel diperbaiki. Dirinya pun tidak bisa berbuat banyak, sebab baru diusulkan pengadaan dua mobil ambulans. (ham/FAJARONLINE.COM)

loading...
Click to comment
To Top