Menjaga Tradisi Pembuatan Tenun Ikat Sekomandi di Mamuju – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Menjaga Tradisi Pembuatan Tenun Ikat Sekomandi di Mamuju

Dahulu, benang diikat dengan irisan kulit batang pisang. Kini, penenun sudah menggunakan tali rafia. Pewarnaannya tetap dengan bahan tradisional seperti cabai, akar mengkudu, dan lainnya.

Laporan: DHANY MARZUKI, Kalumpang

JARI jemari Eka Rosmita cekatan merajut tali rafia yang dirangkai di antara rangkaian benang di kalimuran. Motif yang terangkai mengikuti imajinasinya. Warna motif kain tenun ikat sekomandi menyesuaikan warna tali rafia yang digunakan.

Eka Rosmita yang FAJAR temui Sabtu, 21 November, salah seorang pembuat kain tenun ikat Sekomandi yang masih bertahan di Desa Kondobulo, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju.

Di ruang tamunya yang berukuran 3 x 4 meter, Eka melakukan aktivitas menenunnya setiap hari. Dia duduk melantai berhadapan benang panjang yang tersusun rapi pada sebuah alat sederhana, terbuat dari balok.

Pada alat tradisional ini Eka mengerjakan tenunannya. Masyarakat setempat menyebut alat itu Kalimuran. Fungsinya untuk menahan benang pada saat diikat agar motif tertata rapi dan menjadi tempat mengukir motif. (FAJARONLINE.COM)

Click to comment
To Top