Wanita Humoris, Belum Tentu Disukai Pria – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Interest

Wanita Humoris, Belum Tentu Disukai Pria

FAJAR.CO.ID – Banyak orang akan lebih suka jika pasangannya bisa membuatnya tertawa dengan melontarkan candaan atau jokes yang lucu, terutama para wanita. Bahkan Lucu atau humoris dimasukkan sebagai salah satu persyaratan umum pasangan idaman.

Sosok pria yang lucu biasanya juga lebih santai dan enak diajak ngobrol daripada mereka yang jaim dan serius. Banyak orang lucu juga disukai orang di sekitarnya, lebih baik dalam menjalin hubungan sosial dan banyak teman. Namun rupanya tak semua pria menyukai wanita yang humoris. Apalagi yang berlebihan guys.

Seperti dikutip theatlantic.com, meski ada beberapa pria yang berkata bahwa mereka suka dengan wanita humoris, ternyata sebagian besar dari mereka justru menganggap guyonan wanita tidak begitu lucu, seperti yang biasa mereka dapatkan ketika bercanda dengan teman-teman laki-lakinya.

Para pria sebenarnya lebih menyukai wanita yang bisa tertawa mendengar guyonan mereka daripada wanita yang melontarkan guyonan. Bukan karena pria tidak menghargai guyonan yang dilontarkan para wanita, hanya saja bagi mereka, humor yang dimiliki wanita tidak selucu yang dilontarkan teman pria.

Meskipun seorang wanita dianggap sangat lucu oleh teman-teman wanitanya, penilaian berbeda dilontarkan para teman pria.

Secara alami, para pria memang terlahir dengan “sense of humor” yang lebih tinggi dari wanita. Hal ini berhubungan juga dengan kebiasaan hidup wanita yang lebih jaim, serius, jaga penampilan, dan jadi sosok ‘baik-baik saja’ daripada menjadi seseorang yang di luar kebiasaan.

Sedangkan untuk para pria, mereka menjalani hidup yang lebih santai, tidak begitu peduli dengan image, dan mereka memandang kehidupan berbeda dengan para wanita. Perbedaan tingkat kelucuan antara wanita dan pria juga sudah diteliti berulang kali.

Seperti hasil penelitian Laura Mickes, mahasiswa perempuan dan laki-laki diminta menulis sebuah cerita dan ternyata para pria memang punya lelucon yang lebih ‘nendang’ daripada wanita. Tulisan wanita biasanya lebih kreatif dengan tata bahasa yang baik, tapi tidak lucu, bahkan ketika mereka disuruh menulis cerita lucu.

To Top