Astaga! di Universitas Ini, Mahasiswi Muslim Dimaki-Maki dan Jilbabnya Dijambak – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Astaga! di Universitas Ini, Mahasiswi Muslim Dimaki-Maki dan Jilbabnya Dijambak

FAJAR.CO.ID, SAN DIEGO– Sekitar 400 mahasiswa menggelar unjuk rasa damai di Universitas Negeri San Diego (SDSU) Senin sore waktu setempat (23/11). Mereka memprotes tindak kekerasan berlatar SARA di halaman parkir kampus pekan lalu. Saat itu, seorang pemuda menarik jilbab mahasiswi muslim dan memakinya.

”Seorang muslimah menjadi korban pelecehan. Apa yang harus kita lakukan?” kata seorang orator di hadapan rekan-rekannya sesama mahasiswa. Pancingan itu dijawab kompak para demonstran. ”Bela! Balas!” seru mereka. Setelah itu, mereka bergerak dari lapangan tengah kampus menuju markas senat mahasiswa. Di sana, sejumlah orator sudah menunggu untuk menyampaikan pendapat mereka.

Hanif Mohebi, direktur eksekutif Council on American-Islamic Relations (CAIR) Kota San Diego, mengaku sudah bertemu langsung dengan korban. Mahasiswi yang merahasiakan namanya itu diserang dari belakang. ”Pemuda itu tiba-tiba menarik jilbab korban dari arah belakang sampai korban tidak bisa bernapas,” katanya di sela rangkaian unjuk rasa.

Tidak hanya itu, menurut Mohebi, pelaku juga kemudian memaki korban. ”Dia membentak korban sambil menyuruhnya meninggalkan negara ini. Pelaku juga menyebut korban teroris, pengebom Paris,” lanjutnya.
Peristiwa tidak menyenangkan itu sudah dilaporkan ke pihak berwajib sejak Kamis lalu (19/11). Mulai kemarin (24/11), polisi menyebarluaskan sketsa wajah pelaku yang masih buron.

Saat pelecehan terhadap mahasiswi SDSU itu terjadi, menurut Yasser Kaziha, ada beberapa saksi mata. ”Mereka yang melihat kejadian itu hanya diam saja. Mereka tidak mencegah pelaku atau menolong korban. Itulah yang membuat korban syok,” paparnya. Tapi, belakangan, publik mulai menunjukkan simpati mereka kepada korban. Dia berharap, peristiwa semacam itu tidak terulang lagi.

”Dia meminta kami beraksi agar kejadian seperti itu tidak pernah terjadi lagi,” kata Mohebi. Dia lantas menambahkan bahwa slogan Bela dan Balas yang menjadi inti unjuk rasa sama sekali tidak berbau kekerasan. Balas yang dimaksud bukanlah membalas dengan tindakan, tapi dengan pengertian. Karena itulah, unjuk rasa Senin sore itu tidak hanya diikuti oleh mahasiswa muslim, tapi juga yang beragama lain. (usatoday/sandiegotribune/hep/ami)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top