Bikin Malu! Anak Pejabat Tapi Rangkap Bandar Sabu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Bikin Malu! Anak Pejabat Tapi Rangkap Bandar Sabu

FAJAR.CO.ID, NUNUKAN – Kalau hanya menjadi pemakai, mungkin kita sudah biasa mendengar anak pejabat terlibat dalam ksus narkoba. Tapi bagaimana jika anak pejabat tersebut menjadi bandar narkoba? Ini yang terjadi dengan anak mantan anggota DPRD Nunukan, berinisial ZB (30). Perempaun ini tertangkap karena menjadi bandar sabu.

ZB ditangkap anggota Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Tunon Taka bersama 5 orang rekannya, berinisial AH (19), R (38), AM (18), FA (48) dan US (38) saat sedang melakukan transaksi.

Berkat laporan masyarakat, polisi pun bergerak menangkap anak nak mantan anggota DPRD Nunukan tersebut. Masyarakat mencurigai adanya transaksi maupun kegiatan pesta narkoba sabu di rumahnya yang tak jauh dari Mako KSKP Tunon Taka.

“Setelah informasinya akurat, anggota lakukan pengintaian. Setelah memastikan kegiatan tersebut benar, kami lalu lakukan penggerebekan,” kata Kepala KSKP Iptu Eka Berlin kepada awak media, Selasa (24/11/2015).

Hasilnya, ditemukan sejumlah paket sabu siap jual seberat 20 gram terdiri dari 4 paket ukuran sedang, 27 paket kecil, uang tunai sebesar Rp 6,5 juta dan beberapa barang yang berkaitan lainnya di tempat kejadian perkara (TKP).

“Saat digerebek, semua tersangka berada di dalam satu rumah. Tapi, berbeda ruangan. 2 orang di kamar bersama ZB, 3 lainnya di luar kamar,” ungkap Berlin seperti dilansir Prokal.co.

Ditanya dari mana asal barang haram tersebut dan apakah pemilik rumah adalah target operasi Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan ? Berlin menolak berkomentar banyak dan mengatakan jika hasil penangkapan kali ini masih akan didalami dan dilakukan pengembangan lebih lanjut dari Satreskoba.

“Belum diketahui karena masih memeriksa tersangka. Nantinya dikembangkan Satreskoba. Mungkin setelah ada pengembangan baru akan disampaikan lebih jauh,” kata Berlin.

Di tempat yang sama, Kasat Reskoba Polres Nunukan Iptu M Hasan mengatakan, saat ini pihaknya akan fokus menyelidiki dan mendalami jaringan para tersangka. “Kami akan mendalami dulu siapa orang-orang ini dan bagaimana mereka bisa mendapatkan barang haram ini. Intinya kami lakukan pengembangan dulu,” kata Hasan kepada awak media. (raw/oya/dkk/ril)

loading...
Click to comment
To Top