Masykur : Crash Program Keagamaan Mesti dihidupkan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Masykur : Crash Program Keagamaan Mesti dihidupkan

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA – Pasangan calon nomor urut empat, Masykur Andi Sultan dan Andi Edi Manaf atau yang dikenal dengan “Massedy” berjanji akan menghidupkan kembali crash program keagamaan.

Calon Bupati Masykur Andi Sultan mengungkapkan, Kabupaten Bulukumba yang dulunya dikenal oleh masyarakat luar sebagai sentra pengembangan syiar Islam karena adanya Crash Program Keagamaan melalui 4 (Empat) Perda Keagamaannya mesti dihidupkan kembali.

“Komitmen ini sebagai bentuk untuk menjaga kesejarahan di Kabupaten Bulukumba sabagai salah satu daerah di Sulsel yang memang dikenal sebagai pusat pengembangan ajaran Islam lewat ajaran yang disampaikan Dato Tiro pada masa lampau,”kata Masykur saat ditemui di Hotel Agri yang juga sebagai Posko Induk Pemenangannya, Rabu 25 November.

Selain itu, kata Masykur, pentingnya membangkitkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sosial masyarakat sebagai benteng moralitas sekaligus menjadi nafas pembangunan di Bumi Panrita Lopi. Secara teknis, keberadaan Masjid, selain sebagai tempat beribadah, juga harus menjadi pusat peradaban di masyarakat.

Mantan Kadishub Sulsel ini mengaku, banyak keputusan-keputusan strategis yang bisa dimusyawarahkan di Masjid. Misalnya tentang persiapan menghadapi musim tanam, termasuk soal upaya meminimalisir Kamtibmas di sekitar masyarakat.
“Enak tonk itu kalau banyak hal-hal produktif bisa kita bicarakan di Masjid kalau abis sholat berjamaahki dan keputusan yang diambil Insya Allah akan diridhoi Allah SWT”, ungkap Masykur.

Labih jauh, hal lain yang penting juga untuk diperhatikan adalah soal peningkatan kesejahteraan Imam Masjid, Guru TK/TPA, guru mengaji tradisional dengan cara meningkatkan Insentif pendapatannya. “Termasuk pula perlu untuk mengaktifkan kembali Lembaga Amil Zakat Kabupaten (Laskab), ini penting mengingat Bulukumba memiliki Perda Zakat, dan banyak hal bisa dilakukan jika Laskab diaktifkan, termasuk optimalisasi bantuan-bantuan sosial keagamaan, misalnya bantuan untuk Masjid dan juga kegiatan keagamaan lainnya,”jelasnya. (mustaqim/FAJARONLINE.COM)

loading...
Click to comment
To Top