Melestarikan Senjata Pusaka Lewat Pameran – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Melestarikan Senjata Pusaka Lewat Pameran

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Badik bukan sekadar senjata tajam. Badik, kekayaan budaya yang harus dilestarikan.

Siang itu, Senin, 23 November, Sentra Bazaar Panakkukang sedang ramai-ramainya. Selain pameran batu permata, di bekas lokasi Pasar Segar juga terdapat pameran badik, keris dan barang pusaka lainnya, termasuk taring macan. Umurnya pun beraneka ragam, mulai dari puluhan tahun hingga ratusan tahun.

Seorang pria bersongkok recca’ (kopiah khas Bugis Makassar), tampak berusaha menegakkan sebilah badik di ujung badik lainnya, di atas meja counternya. Dia tampak sangat hati-hati, memicingkan mata, melihat dari berbagai sudut. Hingga dia melepaskan tangannya pelan-pelan, badik itu pun tegak di ujung badik lainnya. Pria itu adalah Adi, pemilik stand Adhi Pusaka.

Badik itu disebut Gecong, badik keseimbangan. Badik ini dapat menjaga keseimbangannya. Menurut Adi, sekecil apapun ujung yang menjadi penopangnya, dipastikan badik ini dapat seimbang. “Sebenarnya badik dapat berdiri disebabkan faktor mistik dan nonmistik,” kata Adi kepada FAJAR, 23 November.

Selain Gecong, Adi juga mengoleksi berbagai jenis badik untuk dipamerkan, yakni dari ras Makassar badik Lompobattang, sedang dari ras Bugis ada Laca Bugis terdiri dari Badik Toasi, Gecong dan Raja. Badik di stand Adhi Pusaka, sebagian besar dari meteorit. Umurnya ada ratusan tahun. “Seperti keris yang panjangnya 35 centimeter ini. Model tempatnya ibarat seperti terlilit dan telah berumur ratusan tahun,” akunya.

Sejatinya kata Adi, badik digunakan tergantung dari niat awal pembuatannya. “Biasanya dijadikan senjata bela diri, sebagai jimat atau lainnya,” katanya.

Spesialis perawatan badik di stand Adhi Pusaka, Mustakim mengatakan, perawatan badik idealnya sangat sederhana dan tidak serta merta dilakukan secara rutin. “Karena cukup dengan perasan jeruk nipis. Waktu pembersihannya pun tergantung. Kalau dilihat mulai berkarat, bersihkan lagi karatnya dengan jeruk nipis,” pungkasnya. (Arifuddin/FAJARONLINE.COM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top