Waduh… Hanya Satu Calon di Musornas KONI – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Bola

Waduh… Hanya Satu Calon di Musornas KONI

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Hanya munculnya satu calon Ketua Umum KONI untuk Musornas 2015 di Papua akhir November mendatang memunculkan kritik. Mantan Ketua Umum KONI Pusat, Agum Gumelar, menilai idealnya ada calon lain yang juga turut bersaing untuk memperbaiki olahraga nasional.

Meski demikian, dia berharap Musornas berjalan tertib dan lancar serta menghasilkan keputusan-keputusan yang positif.

Agum menilai adanya satu calon ketua umum baru hasil tim penjaringan bentukan KONI Pusat belum mencerminkan konsisi yang Demokratis. Sebab, calon yang muncul pun adalah incumbent Tono Suratman yang banyak dipertanyakan pencapaiannya.

“Kalau menurut saya, sebaiknya tidak hanya satu calon saja. Kalau nantinya memang hanya satu itu, akan lebih baik diserahkan lagi ke peserta Musornas dan ditanyakan apakah ada calon lain yang dicalonkan lagi. Ini penting agar proses Musornas berlangsung demokratis sehingga ke depan akan membawa kebaikan pada lembaga KONI Pusat,” kata Agum, Kamis (26/11).

Saat disinggung terkait munculnya nama ketua umum PBTI Marciano Norman sebagai kandidat yang mungkin dimunculkan saat Musornas, Agum menilai siapapun yang muncul harus dihargai dan diberi kesempatan.

“Pokoknya sejauh memenuhi syarat tidak boleh dihalang-halangi. Justru dengan adanya dua calon maka akan tercipta demokrasi yang baik. Apalagi olahraga selalu menjunjung tinggi sportivitas. Tidak usah jegal-jegalan, bertarunglah layaknya ksatria. Semuanya harus sportif dan dewasa, serta bisa menerima kekalahan dengan lapang dada juga tidak sombong bila meraih kemenangan,” tambah Agum.

Terkait figur calon ketua umum yang sudah muncul, Agum mengaku mengenal dengan baik Tono Suratman yang sudah satu periode memimpin KONI Pusat. Selain itu, Agum juga sangat kenal dengan Marciano Norman.

“Pak Marciano sangat menjiwai olahraga dan memiliki komitmen tinggi dalam mengurusi olahraga. Bahkan beliau juga suka berkorban baik waktu, tenaga, dan dana, untuk membina olahraga Indonesia. Itu adalah syarat bagi seseorang untuk menjadi pemimpin olahraga di Indonesia,” tandas Agum yang juga mantan ketua umum PSSI ini.

Senada dengan Agum, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berharap pemilihan ketua umum KONI tidak hanya diikuti calon tunggal. Untuk itu, KONI Pusat atau tim penjaringan bentukan KONI Pusat harus memberi kesempatan calon lain yang muncul saat Musornas nanti ‘bertempur’, meski yang bersangkutan terlambat menyelesaikan syarat administrasi.

Deputi Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora), Gatot S Dewa Broto menginginkan Musornas berjalan lancar dan aman.

Tujuannya, agar mampu menghasilkan program ke depan yang lebih baik, serta memilih ketua umum yang demokratis sesuai AD/ART KONI Pusat. Dari situ tentu ada mekanisme-mekanisme yang harus dijalankan demi kebaikan olahraga Indonesia ke depan.

“Memang waktunya sudah tinggal hitungan hari. Kita harapkan semua sesuai AD/ART serta ketentuan Undang-Undang (UU), serta Peraturan Pemerintah (PP). Saya sudah dengar bahwa dari tim jaringan calonnya hanya satu. Kalau tidak salah, bila demikian nanti masalah calon itu harus dikembalikan ke voter. Kalau voter aklamasi ya lanjut, tapi kalau voter mau ada calon lain tentu harus ditindaklanjuti,” ujar Gatot. (dkk/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top