Hadapi MEA, Tenaga Kesehatan Wajib Lakukan Ini – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ekonomi & Bisnis

Hadapi MEA, Tenaga Kesehatan Wajib Lakukan Ini

FAJAR.CO.ID, PEKANBARU – Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dimana salah satu sektor yang akan bersinggungan langsung adalah dunia kesehatan. Baik itu tenaga kesehatan dan juga sarana dan prasarananya membuat tenaga kesehatan di Indonesia harus lebih siap guna menghadapi persaingan tersebut.

Untuk itu, Stikes Hang Tuah Pekanbaru mengadakan seminar nasional dengan tema ‘Politik kesehatan, ikhtiar mewujudkan kedaulatan kesehatan Indonesia’. Dengan menggandeng pemateri dari Direktur Eksekutif Indonesian Hospital And Clinic Watch (INHOTCH) dr Fikri Suadu, dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa Stikes Hang Tuah.

Tampil sebagai pemateri, dr Fikri menegaskan tantangan untuk mengahadapi MEA terutama bagi tenaga kesehatan selain meningkatkan kompetensi pribadi juga harus didukung oleh pemerintah daerah.

Salah satu bentuk dukungan dari pemerintah daerah dengan membuat syarat-syarat yang berpihak kepada masyarakatnya.

“Syaratnya kalau di Riau bisa dengan menerapkan jika hendak bekerja di Riau harus menguasai bahasa melayu, minimal tinggal satu tahun dan syarat-syarat lainnya. Syarat itu bertujuan untuk melindungi masyarakat, karena kalau berbicara kompetensi akan sulit bersaing dengan tenaga kesehatan asing,” ujarnya.

Apalagi, lanjut dokter yang juga menjadi salah satu kandidat Ketua Umum Pengurusu Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada kongres ke XXIX di Pekanbaru tersebut, bahwa diangkatnya tema politik kesehatan karena hingga hari ini dukungan politik terhadap dunia kesehatan masih lemah.

“Dilevel nasional pemerintah pusat belum berani untuk anggaran 5 persen, masih hampir 3 persen. Sedangkan untuk di level daerah pemerintah daerah, belum fokus ke minimal 10 persen anggaran di APBD sebagaimana diamanahkan UU. Maka kalau berbicara politik kesehatan adalah dukungan kongkrit terhadap sektor kesehatan, dalam hal ini dalam pembiayaan,” jelasnya.

[NEXT-FAJAR]

Untuk itu, ia mengajak kepada para calon tenaga kesehatan di Stikes Hang Tuah umumnya di Riau untuk merubah paradigma para mahasiswa supaya berani melakukan koreksi terkait agenda pembangunan nasional.

“Teman-teman harus lebih berani menyuarakan untuk hal-hal yang menyangkut kepentingan masyarakat. Masyarakat kan butuh pembelaan yang nyata,” ajaknya.

Sementara itu, Wakil Ketua III Stikes Hang Tuah, Dr M Haris Kampai MpD mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah membuka pemahaman mahasiswa bagaimana fenomena dunia kesehatan saat ini.

“Baik itu program yang diluncurkan pemerintah, sehingga mahasiswa bisa lebih kritis,” jelasnya. (Sol/jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top