Satu Intel Pantau Satu Warga Simpatisan ISIS – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Satu Intel Pantau Satu Warga Simpatisan ISIS

FAJAR.CO.ID, BANJARMASIN – Direktorat Intelkam Polda Kalimantan Selatan terus mewaspadai gerakan simpatisan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) yang ada di provinsi itu.

Kasubdit Keamanan Negara (Kamneg) Dit Intelkam Polda Kalsel Kompol Ari L Irawan mengatakan, pihaknya sudah mengendus keberadaan simpatisan ISIS di lima kabupaten, yaitu Tanah Bumbu (Tanbu), Tabalong, Hulu Sungai Utara (HSU), Tapin dan Banjarmasin.

“Tapi dari pantauan kami Kalsel hanya sebagai tempat transit saja. Meskipun ada yang menetap tapi mereka nampaknya tidak dapat berkembang di Kalsel,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin (Fajar.co.id Group), Jumat (27/11).

Ia juga mengungkapkan pihaknya telah mengidentifikasi siapa saja yang menjadi simpatisan atau mereka yang bergabung dalam kelompok radikal tersebut. Untuk itu, jajarannya akan terus mengawasi dan memberikan laporan jika menemukan atau mengetahui adanya indikasi gerakan radikal.

“Kita sudah identifikasi semua, mulai dari namanya, pekerjaannya, keluarganya, pokoknya seluruh kegiatannya kita pantau,” katanya.

Bahkan, jelas Ari, pihaknya telah menempatkan seorang petugas untuk memantau seluruh gerak geriknya setiap hari. “Sengaja ditugaskan satu orang anggota kita untuk memantau kegiatan orang yang kita curigai dan mereka akan melaporkan perkembangannya setiap dua hari sekali,” ujarnya.

Selain melakukan pengawasan secara langsung, jajarannya juga melakukan kegiatan kontra radikal dan deradikalisasi. “Kita melakukan deradikalisasi orang yang sudah dibaiat untuk dikembalikan pada ajaran sebenarnya. Sementara kontra radikal adalah mereka yang tidak terkontaminasi kita sosialisasi agar tak terpengaruh,” jelasnya.

Ditambahkannya, meski sudah terdeteksi adanya simpatisan ISIS, namun perkembangan ISIS tak sampai mengkhawatirkan.  “Mereka masih segan dengan tokoh agama di sini. Jadi disini kurang berkembang. Di Kalsel hanya tempat transit, jumlahnya pun tidak sampai 20 orang dan itupun tidak berkelompok,” jelasnya.  (gmp/by/bin/sam/jpnn)

To Top