Setya Novanto Bertemu Megawati, LIMA: Dia Sebenarnya Lagi Cari Muka… – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Setya Novanto Bertemu Megawati, LIMA: Dia Sebenarnya Lagi Cari Muka…

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua DPR Setya Novanto pada Kamis (26/11) malam lalu mendekati Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Taman Ismail Marzuki (TIM). Saat itu, Megawati sedang menyimak pertunjukan ketoprak Bangun Majapahit yang diadakan partainya.

Setnov -sapaan Setya- datang terlambat karena pertunjukan sudah dimulai. Ia didampingi dua wakil ketua DPR, yakni Fahri Hamzah dan Fadli Zon selepas menghadiri peringatan hari ulang tahun Golkar ke-51.

Usai acara, Setnov terlihat membungkuk menyalami Megawati. Manuver politikus Golkar itu pun dicurigai sebagai upayanya untuk melepaskan diri dari jerat dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang kini kasusnya diproses di Mahkamah Kehormatan DPR (MKD).

Menurut Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti, tentu ada upaya Setnov untuk melepaskan diri dari jerat kasus yang kini beken dengan sebutan ‘Papa Minta Saham’ itu. Ray menyebut Setnov ‎tengah membangun pencitraan kepada para elite atau petinggi partai politik, termasuk Megawati.

“Dia sebenernya lagi cari muka ke mana-mana kepada petinggi elite. Dia seolah-olah sungkem menaruh rasa hormat,” ujarnya kepada JawaPos.com (Fajar.co.id Group) di Jakarta, Sabtu (28/11).

Ray menambahkan, Setnov seolah ingin tampil bahwa dirinya tidak bersalah. Bahkan, kata Ray, kini bekas bendahara umum Golkar itu menempatkan diri sebagai pihak yang terzalimi. “Dia ingin menunjukkan seolah-olah terzalimi. Ada langkah-langkah politik yang dilakukan dia untuk mengambil hati kalangan elite partai,” ucap dia.

[NEXT-FAJAR]

Lebih lanjut Ray mengatakan, Setnov memang sedang butuh bantuan dari para elite politik. Namun, Ray memerkirakan upaya ‎itu tidak akan berhasil. Sebab, para elite partai sudah menyerahkan seluruh proses ke MKD. Apalagi, para elite partai menganggap kasus Novanto terlalu berisiko secara politik. Sebab, isu ini sudah menjadi isu publik yang sangat laus.‎

“Kalau partai-partai memerlihatkan wajah‎ tanpa proses hukum, mau membela berisiko pada mereka. Bukan individu, tapi pada partainya. Jadi istilahnya sudah angkat tangan. Karena dapat perhatian luas dari masyarakat dengan tuntutan besar minta diselesaikan,” tutur Ray.

‎Artinya, lanjut Ray, upaya Novanto dengan‎ sowan ke para para elite partai sudah tak akan mempan. “Pak Novanto gak perlu langkah-langkah cium tangan termasuk sebut Pak Sudirman Said khilaf. Ini tuntutan moral. Langkah-langkah pencitraan tidak mempan dalam situasi ‎ini‎,” tegas pria asal Sumatera Utara itu. (dna/JPG)

loading...
Click to comment
To Top