Sistem Data Pertanian Indonesia Kurang Akurat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Sistem Data Pertanian Indonesia Kurang Akurat

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Di tahun 2025 diperkirakan wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara akan mengalami defisit pangan sebesar 126 juta ton. Kondisi tak berbeda juga dialami sektor pangan di Asia Selatan yang mencapai defisit 46 juta ton. Hal itu disampaikan Ketua Umum Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) Arif Satria di Hotel Borobudur, Sabtu (28/11).

Untuk tahun 2015 ini, sektor pangan Indonesia bisa dikatakan mengalami surplus. Gabah kering kering, contohnya, meningkat 6,65 persen atau 75,55 ton dari tahun sebelumnya sebesar 70,8 juta ton.

“Namun demikian, di tengah optimisme terhadap surplus produksi 10 juta ton, ternyata kita telah mengimpor 1,5 juta ton beras,”  bebernya.

“Ada dengan fenomena ini? Apakah ini merupakan teknis semata (salah perhitungan) atau merupakan peristiwa ekonomi politik,” lanjutnya, mempertanyakan.

Seharusnya, kata dia, pemerintah dapat menjadi regulator yang solid dan kompak, serta transparan sehingga dapat mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat, utamanya terkait kedaulatan pangan.

“Namun yang jelas di tengah simpang siur kebijakan produksi dan perdagangan pangan ini (khususnya beras), pemerintah perlu membenahi sistem data pertanian agar lebih akurat, sehingga kebijakan yang diambilnyapun tepat,” pungkasnya. (wid/RMOL)

loading...
Click to comment
To Top