Pencarian Korban Longsor di Tasikmalaya Masih Dilakukan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Pencarian Korban Longsor di Tasikmalaya Masih Dilakukan

FAJAR.CO.ID, TASIKMALAYA- Pencarian korban longsor yang terjadi di Kampung Tagog, Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, terus dilakukan tim gabungan dari TNI-Polri, BPBD dan SAR Nasional. Meski petugas telah berupaya mengeringkan air di titik longsoran, tapi korban belum juga ditemukan.

Ya, titik longsor terjadi tepat di kolam dan sawah yang tergenang air. Kini petugas telah mengeringkan air dengan cara disedot dan membuat parit. Tapi tetap keberadaan korban masih jadi misteri.

Akhirnya, Sabtu (28/11), petugas menurunkan alat berat guna melakukan pencarian korban longsoran. Alat berat tersebut sengaja didatangkan pihak BPBD. Medan yang curam bukan halangan untuk menurunkan ekskavator karena petugas telah membuat jalan tersendiri.

Pantauan di lapangan, tinggi longsoran sekitar 50 meter dengan lebar lebih dari 100 meter persegi ini tidak menyulitkan ekskavator turun ke titik longsor.

Menurut Kasi Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Tasikmalaya Dedi Kuswandi, pihaknya telah berupaya mengeringkan air di titik longsoran. “Hal ini dilakukan agar terlihat dasar kolam dan lumpur yang menimbun korban,” kata Dedi.

Tim gabungan terus memfokuskan pencarian korban di titik tempat korban sedang mandi, tepatnya di sebuah pemandian umum, seperti pengakuan istri korban Ujang Rustaman (50), Aan Imas (45).

Ditambahkan Dedi, jika korban ditemukan, tugas tim evakuasi selesai dan jika kenyataannya sebaliknya tim akan memperluas pencarian.

Seperti diberitakan sebelumnya tanah longsor terjadi di Jl Raya Tasikmalaya-Garut, tepatnya di Kampung Tagog, Karangmukti, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (25/11) 2015 sore. Dua rumah makan, apotek dan dua unit kendaraan roda dua, terbawa longsoran. Selain itu, seorang warga Kampung Pamoyanan, Karangmukti, bernama Ujang Rustaman, tertimbun material longsoran.

Sementara itu ratusan warga masih terus memadati lokasi longsor.  Sebagian warga mengaku terus melihat proses pencarian tersebut untuk memastikan apakah korban benar tertimbun longsor atau sebaliknya.

Proses pencarian korban longsoran ini menjadi tontonan gratis ratusan warga. Dari kerumunan tersebut beberapa diantaranya nampak istri korban Aan Imas, kerabat korban dan warga dari luar Kabupaten Tasikmalaya.

Melalui pengeras suara beberapa kali petugas memberikan peringatan kepada warga sekitar agar tidak mendekat aktivitas pencarian korban. Tapi ratusan warga ini tetap tidak bergeming untuk menyaksikan langsung proses pencarian dari atas lereng bukit. Mereka rela berpanas panasan hanya untuk memastikan apakah korban benar tertimbun longsor atau sebaliknya.

Keberadaan warga terlihat unik, berjejer rapi di lereng tebing, mulai dari lokasi longsor bagian atas hingga bawah. Akses jalur menuju bukit sebenarnya sudah diberi garis polisi, tapi hal ini tidak menyurutkan warga melihat proses pencarian korban longsor.

Sementara itu tim gabungan masih bekerja ekstra keras mencari korban longsor dari pagi hingga petang. Petugas sempat khawatir ketika melihat awan hitam menggelayut di langit sebagai tanda hujan akan turun. Operasi pencarian akan dihentikan sementara pada sore hari atau jika hujan turun. Pasalnya medan pencarian berada di bawah tebing tanah dan ditakutkan tebing tersebut longsor setelah ditimpa hujan.

Longsor yang terjadi di Kampung Tagog kini mengancam bangunan sekolah dan puluhan rumah. Untuk sementara warga yang rumahnya terancam mengungsi ke rumah kerabatnya. Aktivitas belajar mengajar pun terpaksa diliburkan.

Kondisi tersebut pun membuat pihak sekolah kebingungan karena pihaknya tidak mempunyai tenda darurat untuk menampung murid yang akan belajar.

Kawasan Salawu adalah salah satu daerah rawan longsor di Kabupaten Tasikmalaya. Banyak bangunan tempat usaha dan rumah tinggal berdiri di pinggir tebing curam membuat potensi longsor rentan memakan korban jiwa. [ysa]

loading...
Click to comment
To Top