CBA: KPK Segera Panggil Gubernur Sultra! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

CBA: KPK Segera Panggil Gubernur Sultra!

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam yang kini tengah ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata juga menjadi perhatian Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi.

Uchok yang dikonfirmasi awak Fajar.co.id meminta kepada penyidik KPK agar segera memanggil Nur Alam untuk dimintai keterangannya terkait dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim penyidik KPK yang beberapa pekan yang lalu telah turun langsung ke Sultra untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat, mantan bupati, pengusaha hingga pihak salah satu Bank di Sultra.

“Segera (KPK) panggil Gubernur Sultra, untuk mengkonfirmasi hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik KPK. Jangan lama-lama dong untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan ini,” tegas Uchok, Minggu (29/11).

Uchok menegaskan, pihak KPK tidak ada alasan untuk tidak memanggil Nur Alam dalam kasus dugaan TPPU ini. Pasalnya, dari Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah menemukan adanya transaksi mencurigakan di rekening Nur Alam dengan jumlah yang fantastis.

[baca juga: KPK Jangan “Impoten”! Segera Tuntaskan Kasus Pilkada Buton]

Setelah ditelusuri, data transaksi Nur Alam berasal dari sebuah perusahaan bernama Richcorp International yang melakukan empat kali transfer uang ke perusahaan asuransi ternama yang sebagian sahamnya dimiliki oleh bank pelat merah nasional. Transaksi senilai US$ 4,5 juta atau lebih dari Rp 50 miliar itu dilakukan lewat sebuah bank komersial di Hong Kong.

Oleh perusahaan asuransi itu, uang sebesar Rp 30 miliar ditempatkan dalam tiga polis asuransi atas nama Nur Alam. Sedangkan sisanya ditransfer ke rekening Nur Alam di sebuah bank pelat merah.

“Masa sudah ada bukti permulaan dari PPATK, dan hasil pemeriksaan, KPK masih belum bergeming untuk pemeriksaan fokus pada Gubernur Sultra,” paparnya. Terlebih lagi kasus ini sebelumnya pernah ditangani oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). “Artinya, KPK nasibnya jangan seperti Kejagung yang belum apa-apa sudah terpental, menjauhi kasus ini alias ada dugaan masuk angin,” sindirnya. (hrm)

Click to comment
To Top