Kafe Pelangi, Dahulu Apartemen Belanda Disebut Bijenkorf – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Kafe Pelangi, Dahulu Apartemen Belanda Disebut Bijenkorf

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Jejak peninggalan Belanda masih tersirat di Kafe Pelangi. Meski bukan bangunan asli lagi, namun posisinya masih sama persis.

Siang pukul 11.30 Wita, Minggu 29 November Kafe Pelangi tampak sepi. Di dalam kafe, hanya ada seorang pengunjung wanita yang sibuk membaca buku. Di teras, ada tiga pengunjung sedang asyik ngobrol. Mereka duduk melingkar mengikuti bentuk meja.

Bangunan kafe ini memang sudah modern. Namun posisinya, sama persis dengan apartemen Belanda zaman dahulu. Bantuknya juga tak jauh beda. Mencari sumber soal apartemen Belenda ini cukup sulit. Namun, Lina seorang pelayan Kafe Pelangi mengarahkan agar bertanya ke Idris Suaib, seorang juru parkir di kawasan tersebut.

Sekira 10 menit menunggu, pria berumur 76 tahun akhirnya muncul. Usai berkenalan, ia langsung tancap gas mengisahkan soal apartemen Belanda. “Namanya dulu itu Bijenkorf,” ucap Idris yang mengenakan rompi juru parkir dengan celana selutut, kemarin.

Posisi bangunan yang berada tepat di sudut perempatan Jalan Usman Jafar, Kajaolalido, Bontolempangan, dan Amanagappa membuatnya cukup strategis. Selain untuk tamu Belanda, bangunan juga diperuntukan bagi tentara Balanda yang masih bujang. Entah apa alasannya.

“Mertua saja juga dulu punya rumah di sini. Tetapi kami terpaksa jual karena desakan pemerintah,” lanjut Idris diikuti dengan isapan kretek di tangan kirinya.

Kata Idris, setelah ditinggalkan Belanda, seluruh bangunan di kawasan tersebut dikuasai pemerintah. Namun entah apa sebabnya, kemudian dijual ke warga Tionghoa. “Jadi orang China (Tionghoa) yang punya sekarang,” bebernya.

Penjelasan Idris dibenarkan sejarawan dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar, Mohammad Natsir. Menurutnya, fungsi tempat tinggal dari asrama para tentara tetap sama. Namun, apartemen ini tidak bersifat bisnis atau komersil. “Tapi memang ada juga yang losmen. Seperti corimac yang diperuntukkan bagi para tamu-tamu,” kata Natsir.

Natsir memperkirakan, Bijenkorf dan sebuah bangunan lainnya bernama Mieren Nest, dibangun sekira tahun 1910. Kini, seluruh bangunan di sana sudah berganti jadi ruko (rumah toko). Meski posisi dan bentuk bangunan dipertahankan, namun ada hal mencolok yang sudah berubah. Seperti pohon yang menghiasi jalan Usman Jafar, kini sudah punah. (FAJARONLINE.COM/yusriadi)

loading...
Click to comment
To Top