Prof Tjipta Lesmana: Memang Ini Negara Milik Bapak Moyang Lo Apa? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Prof Tjipta Lesmana: Memang Ini Negara Milik Bapak Moyang Lo Apa?

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sikap Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM, Luhut Binsar Pandjaitan yang tidak ingin memperpanjang kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden untuk meminta saham Freeport disayangkan.

Pencatutan nama kedua pemimpin negara tersebut terungkap dalam rekaman pembicaraan antara Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha Riza Chalid, dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Ma’roef Sjamsoeddin yang dibongkar Menteri ESDM Sudirman Said. Dalam rekaman tersebut, nama Luhut disebut sebanyak 17 kali.

“Nah itu, memang ini negara bapak moyang lo apa? Kenapa dia (Luhut Panjaitan) bilang nggak usah diperpanjang masalah Freeport,” tegas pengamat politik senior, Prof. Tjipta Lesmana dalam diskusi Front Page Kantor Berita Politik RMOL “Bersih-bersih Kabinet, Menggusur Menteri Anti Nawacita dan Trisakti” di resto Dua Nyonya, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (29/11).

Pasalnya, Prof. Tjipta menilai tindakan Sudirman Said melaporkan kasus ‘Papa Minta Saham’ ke Mahkamah Kehormatan Dewan sudah tepat. Namun, dia heran melihat Luhut yang terkesan panik dan ingin kasus tersebut dikubur dalam-dalam agar tidak terendus keterlibatannya.

“Sudirman betul kalau melaporokan, kebakaran jenggot Luhut, kenapa? Malah bilang jangan perpanjang masalah ini,” lanjut kesal dosen Universitas Pelita Harapan ini.

Padahal, berdasarkan analisa Prof. Tjipta kasus ini sama halnya dengan kasus Pelindo II sebelumnya. Ada pihak yang ingin masalah cepat diselesaikan dengan cara terhormat. Namun ada pula kalangan yang menginginkan masalah tersebut dihilangkan secara diam-diam agar masyarakat tidak mencurigai terdapat segelintir penguasa yang bermain disana. “Sama kaya Pelindo, ada yang mau ketok palu cepat-cepat. Dibuka dewan pengawas, saya yakin banget, banyak permainan dalam perpanjangan kontrak JITC, sama kaya Freeport,” kata Prof. Tjipta.

Oleh sebab itu, dia mengatakan sebetulnya bisa saja suara yang terekam dalam rekaman itu dideteksi sumbernya. Mustahil aparat kemanan tidak memiliki alat pendeteksi suara. Namun, karena ada kepentingan uang dibalik kasus ‘Papa Minta Saham’ itu jadi wajar saat ini semua petinggi-petinggi itu pura-pura tidak tahu.

“Yang paling krusial buka rekaman itu, gampang sekali. Ini malah pura-pura bego, polisi juga gitu, panggil tiga manusia itu. SS (Sudirman Said) dikasih oleh orang, ada yang main, kepentingan ada duit disana. SS kan deket dengan Sofyan Djalil, Sofyan deket JK, apa begitu? Ini ada pihak yang bermain. Pion-pion dibelakangnya ada gajah-gajah itu,” demikian Tjipta. (zul/rmol)

loading...
Click to comment
To Top