Unik, Investor Jepang Tertarik Garap Bisnis Ini – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ekonomi & Bisnis

Unik, Investor Jepang Tertarik Garap Bisnis Ini

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Delegasi investor Jepang, Kowa Company menyatakan minatnya menanamkan investasi di Batam dalam bidang pengembangan bisnis hidroponik.

“Harapannya akan terwujud produk sistem hidroponik untuk orientasi ekspor jika ini nantinya dapat terwujud,” kata Managing Director Kowa Company, Adchi Satoshige saat bertandang ke kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Jumat (20/11).

Satoshige juga menyebut, pihaknya membutuhkan lahan sebagai basis bertanam hidroponik di Batam untuk mewujudkan investasi tersebut. “Kami membutuhkan lahan seluas 5.000 meter persegi,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono menyambut baik tawaran tersebut. Mengingat, perusahaan tersebut telah berpengalaman menggarap sektor pengembangan tanaman hidroponik di Negeri Sakura.

“Dengan teknologi hidroponik dari Jepang, perusahaan ini dapat memproduksi sayuran dengan kualitas yang tinggi dalam 35 hari,” kata Andiantono usai menerima delegasi tersebut.

Berdasar pemaparan dari delegasi Kowa Company, Andiantono menuturkan pengembangan tanaman hidroponik itu nantinya juga dapat memanfaatkan warehouse atau kawasan industri yang ada di Batam.

“Asalkan, didukung dengan infrastruktur listrik dan air yang stabil,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, perusahaan Jepang tersebut juga melakukan kunjungan ke dua kawasan industri di Mukakuning, dan menyatakan optimisme mereka untuk melanjutkan investasi di Batam.

“BP Batam juga menawarkan alternatif pengembangan hidroponik di kawasan agrowisata Seitemiang di Batam?,” beber dia.

Dijelaskan Andiantono, perusahaan Jepang tersebut terus melakukan kajian untuk pengembangan indoor agribusiness (agrobisnis dalam ruangan) selama 6 bulan ke depan. Tarutama, untuk menyelidiki kandungan air yg terdapat di Batam. ?Menurut ia, delegasi Kowa Company mampu memberikan pengembangan produksi high health hydroponic (hidroponik sehat dan berkualitas tinggi) yang saat ini sedang dikembangkan oleh Agribisnis BP Batam.

“Walaupun, metodenya sedikit berbeda karena di outdoor (luar ruangan),” katanya.

Lahan seluas 20 hingga 30 hektare akan disediakan oleh BP Batam untuk pengembangan hidroponik. Ia meyakinkan, pengembangan budidaya tanaman oleh Kantor Agribisnis BP Batam bisa berjalan.

“Ada beberapa segmentasi konsumen butuh produk non-pestisida, artinya mereka sangat perhatian pada kesehatan, oleh karena itu kantor agribisnis mencoba memenuhi konsumen tersebut,” ungkapnya.

Menurut Andiantono, kunjungan dari delegasi Jepang itu merupakan tindak lanjut dari kegiatan Business Gathering BP Batam di Fukuoka dan Hiroshima Jepang pada Oktober lalu yg dipimpin oleh Anggota 5/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Fitrah Kamaruddin Djafar.

“Ini merupakan itikad baik dari pengusaha Jepang setelah beberapa waktu lalu kita mempromosikan Batam ke Jepang,” imbuhnya. (rna)

Click to comment
To Top