AIS Ingatkan Efek Pasca-Pilkada Barru – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

AIS Ingatkan Efek Pasca-Pilkada Barru

FAJAR.CO.ID, BARRU — Pasangan calon bupati dan wakil bupati Barru nomor urut 3 Andi Idris Syukur-Suardi Saleh (AIS) tidak hanya mementingkan diri dan kubunya semata. Lebih dari itu, duet perpaduan ahli pemerintahan itu memikirkan secara umum kondisi masyarakat pasca-pilkada.

Baik Idris maupun Suardi, menaruh harapan besar, agar aparat pemerintah dan aparat keamanan, bisa memikirkan langkah setelah pilkada nantinya, seperti bagaimana menyatukan kembali masyarakat yang berbeda sikap atau dukungan.

“Kita berharap ada langkah-langkah serius yang disiapkan pemerintah dan aparat terkait mengantisipasi efek pilkada. Kita tentu tidak mau masyarakat larut tercerai-berai hanya karena perbedaan sikap di pilkada,” harap Idris Syukur, Selasa (1/12).

Selain itu, Idris yang dikenal santun dan merakyat itu, meminta kepada semua tim, relawannya agar selalu menghargai pilihan warga tanpa melakukan intimidasi, mengancam, dan selalu menjaga suasana kondusif di lingkungan masing-masing.

“Kita berharap, baik tim dan relawan pasangan nomor urut 3 maupun kubu pasangan lain, tetap saling menghormati, dan meminimalisir potensi konflik. Tanggung jawab kita bersama adalah menjaga daerah kita,” tambah Idris.

Sementara Suardi mengingatkan penyelenggara untuk tetap profesional menjalankan tugas dan tanggungjawabnya, tanpa ada kesan diskriminatif, atau hanya memproses laporan kubu tertentu. Sebab jangan sampai muncul kesan di masyarakat kalau ada keberpihakan.

“Kita tidak inginkan ada kesan seperti itu. Incumbent maupun bukan incumbent mesti diberi perhatian pengawasan yang sama. Jangan hanya laporan yang menyudutkan incumbent saja selalu cepat mau diproses,” terang Suardi.

Seperti diberitakan, saat coffee morning yang digelar Polres Barru dengan pasangan Idris-Suardi, Senin (30/11), Idris secara tegas menyampaikan penekanannya, agar penyelenggara maupun aparat keamanan hendaknya menjaga netralitasnya, terutama menindak setiap laporan.

Sebab selama ini, ketika ada laporan yang dialamatkan ke incumbent, selalu cepat direspons dan dibesar-besarkan. Sedangkan bila ada laporan dari kubunya, justru terkesan didiamkan, meski ada bukti pendukung. Olehnya itu, baik Panwas, Polisi maupun KPU memperhatikan hal tersebut.

Di samping itu, Tim Hukum AIS juga meminta Polisi dan Panwas agar tidak mendiamkan persoalan politik uang. Sebab laporan yang sempat diajukan ke Polres, belum lama ini, justru ditolak mentah-mentah oleh aparat tanpa ada proses terlebih dahulu.(rilis)

To Top