Golkar Cs Kalah Voting, Kasus Papa Minta Saham Dilanjutkan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Golkar Cs Kalah Voting, Kasus Papa Minta Saham Dilanjutkan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) akhirnya memutuskan tindak lanjut kasus Ketua DPR Setya Novanto yang menjadi terlapor kasus dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo. Setelah melalui proses yang alot dan panas, MKD memutuskan menggelar voting untuk menentukan kelanjutan kasus yang berawal dari laporan Menteri ESDM Sudirman Said itu.

Dalam rapat pleno yang digelar Selasa (1/12), mayoritas anggota MKD memilih melanjutkan kasus yang dikenal dengan istilah Papa Minta Saham itu ke persidangan. Ada sembilan orang di MKD yang memilih melanjutkan kasus itu. Sedangkan delapan orang lainnya menginginkan adanya verifikasi terlebih dulu atas posisi hukum Sudirman dan barang bukti rekaman pembicaraan yang memuat tentang pencatutan nama presiden.

“Alhamdulillah, sembilan orang menyetujui untuk dilanjutkannya kasus ini ke persidangan. Maka, dengan ini harus menentukan jadwal persidangan sebagai tahap selanjutnya,” ujar Ketua MKD Surahman Hidayat saat membacakan hasil voting dalam rapat MKD di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/12).

Sebelumnya, MKD memperdebatkan tentang bukti rekaman yang diserahkan Sudirman. Dari Fraksi Golkar, Gerindra dan PPP menginginkan ada verifikasi terlebih dulu atas barang bukti itu.

Namun, usul verifikasi itu ditentang oleh anggota MKD lainnya. Sebab, pleno MKD pada 24 November lalu sudah memutuskan agar kasus itu dilanjutkan ke tahap persidangan.

Sesuai dengan tata bercara MKD, jika rapat tidak mencapai sepakat melalui musyawarah maka keputusan diambil melalui voting. Karenanya, MKD dalam pleno itu tidak hannya memutuskan soal tindak lanjut atas laporan menteri ESDM, tetapi juga jadwal persidangannya.

Untuk jadwal persidangannya, MKD telah memutuskan untuk mengundang Sudirman selaku pelapor pada Rabu (2/12) pukul 13.00 WIB. Lusa (3/12), giliran MKD memeriksa pengusaha M Riza Chalid dan Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin. Riza disebut-sebut ikut dalam pertemuan yang direkam itu. Sedangkan Maroef yang ikut bertemu Setya dan Riza, disebut-sebut sebagai orang yang merekam pembicaraan.

[NEXT-FAJAR]

Selanjutnya, pada Jumat (4/12) nanti MKD akan melakukan konsinyering atas hasil keterangan pelapor dan saksi. Sementara untuk jadwal pemanggilan atas Setnov -sapaan Setya- masih belum diputuskan.

Padahal, pada pleno sebelumnya sudah disepakati bahwa Setnov dipanggil pada Senin (7/12). Surahman menjelaskan, kemungkinan MKD juga memanggil saksi-saksi lain sehingga jadwal pemanggilan atas Setnov ditunda dulu.

”Kami tunda untuk menunggu kemungkinan ada saksi lain dari kasus ini,” tandas politikus PKS itu.(rka/JPG)

Click to comment
To Top