Pembentukan Pansus ‘Papa Minta Saham’ Diduga Hanya Akal-Akalan Kubu Setnov – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Politik

Pembentukan Pansus ‘Papa Minta Saham’ Diduga Hanya Akal-Akalan Kubu Setnov

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Arus penolakan pemeriksaan atas Ketua DPR Setya Novanto yang dipelopori Golkar dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), ‎dinilai menunjukkan Golkar antiperubahan.

“Selain itu patut diduga juga tetap memelihara praktik politik Orde Baru yang koruptif dan tidak berkontribusi pada pemajuan pembangunan politik Indonesia,” ujar Ketua Setara Institute Hendardi, Selasa (1/12).

Hendardi mengatakan hal tersebut setelah dalam rapat pleno MKD, kembali dipermasalahkan legal standing Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Sudirman Said sebagai pelapor. Selain itu juga mengemuka usulan membentuk panitia khusus Freeport.

“Usulan untuk membentuk Pansus Freeport adalah cara usang dan politis untuk mengalihkan substansi persoalan,” katanya.

[baca juga: MKD Tetap Putuskan Perkara ‘Papa Minta Saham’ Lanjut ke Persidangan]

[baca juga: Bakal Seru! Sudirman Said Ngaku Punya Rekaman Lengkap ‘Papa Minta Saham’]

[baca juga: Fadli Zon Kritik Kejagung yang Ingin Garap Skandal ‘Papa Minta Saham’]

[baca juga: Politikus Ini Yakin Maroef Punya Rekaman Pertemuan dengan Pejabat Lain]

Menurut Hendardi, dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan  Setya Novanto, termasuk kategori pelanggaran kode etik yang bersifat berat dan berdampak pada sanksi pemberhentian sebagai anggota DPR. Pelanggaran itu juga berdimensi pidana penipuan atau pemerasan. Bahkan potensial juga mengarah pada tindak pidana gratifikasi-korupsi.

Karena itu untuk memeriksa pelanggaran dengan kategori berat tersebut, Peraturan DPR RI Nomor 1/2014 tentang Tata Tertib DPR, mengharuskan pembentukan panel gabungan yang terdiri dari tiga orang anggota MKD DPR dan 4 orang unsur eksternal DPR yang kredibel

“Sosok Syafii Ma’arif, Frans Magniz Soeseno, JE Sahetapy, Siti Zuhro, adalah orang-orang yang pantas duduk di Panel MKD, demi menyelamatkan integritas DPR,” ujar Hendardi. (gir/jpnn)

To Top