Ajarkan Daur Ulang Limbah Bernilai Ekonomi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Ajarkan Daur Ulang Limbah Bernilai Ekonomi

KERTAS koran yang tak terpakai lagi menjadi berguna di tangan Andi Mappagoga. Jambore jurnalistik yang digelar harian Radar Selatan menjadi arena bagi Goga-sapaan akrabnya- menunjukkan kemampuan dan karyanya.

Di lapak yang berada di sudut arena jambore, Goga asyik mendaur ulang koran. Dia tak sendiri. Ada beberapa rekannya yang lain. Kertas koran digulung sepadat mungkin. Gulungan kertas koran itu menjadi dasar untuk membuat berbagai jenis kerajinan tangan.

Selama jambore jurnalistik berlangsung, ia tiap hari menjajakan barang-barang daur ulang dari koran bekas. Gulungan kertas koran dibuatnya menjadi tempat tisu, bingkai foto, asbak, cermin, kaligrafi dan lainnya. Tidak sedikit pengunjung berkerumun di lapaknya, melihat kerajinan tangan unik itu.

Kemampuan mendaur ulang kertas diperoleh Goga saat mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bulukumba. Pria bertubuh kecil itu, mantan narapidana kasus narkoba.

Dengan keterampilan yang dimiliki, Goga kemudian mengajarkan ilmunya kepada pemuda lain. Umumnya pengangguran.

Pria kelahiran Bontosunggu, 6 Juni 1991 itu menuturkan, kelompok pemuda yang membantunya bagian dari Komunitas Kucang-kucang. Nama kucang-kucang diambil dari hewan sejenis kupu-kupu berwarna putih dan gatal.

Goga mengaku hanya spontan saja memakai nama kucang-kucang untuk kelompok binaannya. Tak ada makna khusus. “Suka saja kumpul sama-sama. Tidak tahu kenapa namanya kucang-kucang. Mungkin karena kita seperti kucang-kucang,” candanya, diikuti tawa kawan-kawannya.

Melalui perkumpulan yang dibentuk Agustus 2014 lalu, Goga mulai menularkan ilmunya. Mula-mula mengajari teman-temannya menggulung kertas koran. Kemudian mengajari membentuk, mengecat hingga menjadi sebuah karya yang bernilai ekonomi.

“Dulu saya tahanan lapas. Di sana kami diajari bikin beginian (kerajinan tangan dari koran, Red). Saya pikir ini bagus dikembangkan, bikin lalu dijual,” katanya.

Goga bercerita, pengalaman pahit mendekam di balik jeruji besi, ketika aparat Polres Bulukumba menangkapnya. Dia mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

Oleh hakim, Goga dijatuhkan vonis penjara selama setahun. Namun, pria 24 tahun ini hanya menjalani masa tahanan delapan bulan setelah mendapat remisi dan bebas pada Agustus 2014.

“Dulu saya pakai begituan (sabu-sabu), dapat sial, ditangkap. Tapi sekarang saya tidak mau lagi, saya mau perbaiki hidupku dan mendorong teman-teman supaya tidak pakai begituan,” ujar pria berlesung pipi itu.

[NEXT-FAJAR]

Tekad awalnya, Goga mengaku hanya ingin melihat para pemuda yang dibinanya memiliki kegiatan positif. Dengan begitu, mereka tidak terjerumus dalam pergaulan bebas, seperti dirinya di masa lalu.

Untuk kelangsungan usaha yang dirintisnya, ia mengaku tidak banyak modal. Koran bekas yang menjadi bahan dasar diperoleh dari teman-teman yang bekerja di kantoran. Cat dan keperluan lainnya dibeli dari hasil penjualan barang jadi.

“Kami belum punya omzet banyak. Ini kan masih usaha kecil-kecilan. Tapi yang bergabung dalam kucang-kucang sudah 30-an orang. Selain pengangguran, ada juga yang sudah bekerja dan juga masih sekolah,” ungkapnya.

Ayah Goga, Andi Muzakkir menceritakan sebelum terjebak dalam penggunaan sabu-sabu, anak sulungnya itu menjalani pendidikan pelayaran di Barombong. Namun setelah kejadian tersebut kini ia sibuk dengan komunitasnya. Meski demikian ia bersyukur karena sedikit banyaknya, buah hatinya bermanfaat bagi orang lain dan lingkungannya.

“Dia banyak berubah setelah kejadian itu. Sekarang dia banyak membantu dan mengingatkan teman-temannya agar tidak salah bergaul,” katanya.

Kata Muzakkir, anaknya berencana kembali melanjutkan pendidikannya. Tetapi, rencana itu akan direalisasikan setelah beberapa orang dalam komuntas yang dibentuk mampu berdiri sendiri dan melanjutkan usaha yang telah dirintis.

“Mau lanjut lagi. Mudah-mudahan berhasil ki, nanti pulang libur baru ketemu sama teman-temannya yang di kucang-kucang. Biarpun nanti berlayar, dia tetap akan mengontrol dari jauh komunitasnya itu,” tambahnya.(MUSTAQIM MUSMA/FAJARONLINE)

loading...
Click to comment
To Top