Di Jogjakarta Sudah 272 Orang Meninggal Karena AIDS – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kesehatan

Di Jogjakarta Sudah 272 Orang Meninggal Karena AIDS

FAJAR.CO.ID, JOGJAKARTA – Catatan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jogjakarta sejak tahun 1993 hingga September 2015, orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) mencapai angka 3.146. Dari angka itu, yang sudah masuk fase AIDS ada 1.249.

Sekretaris KPA DIJ Riswanto menjelaskan, tahun 2015, jumlah penambahan ODHA berkurang dari tahun sebelumnya. Pada 2014 penambahan ODHA mencapai 532. Sedangkan tahun ini jumlah ODHA menurun menjadi 311 orang.

Berdasar pada data tersebut, Riswanto menilai, penambahan ODHA sudah mulai bisa dikendalikan. Hal itu berkat beberapa pihak yang peduli dengan penanganan HIV. Meskipun begitu, dia masih prihatin melihat angka penderita usia produktif yang masih tinggi.

Data dari KPADIJ, rentang usia ODHA yang paling banyak yaitu usia 20 hingga 29 tahun.  Yakni sebanyak 965 penderita. Sementara dari jenis pekerjaan ODHA didominasi dari kalangan  wiraswasta yaitu 601 orang.  Kedua, ibu rumah tangga (IRT) ada 401 orang, kemudian buruh kasar ada 233, dan mahasiswa 214 orang. ”Ini yang menjadi konsentrasi kita,” ungkapnya.

[baca juga: UNICEF Meyakini Ada Wabah Baru HIV]

[baca juga: Di Daerah Ini Ada Pejabat Terkena HIV/AIDS]

[baca juga: Sambut Hari AIDS, Biro Napza Bagi-bagi Bunga]

Riswanto menjelaskan, angka meninggal dunia ODHA sejak tahun 1993 hingga sekarang mencapai 272 orang. Sedangkan lainnya, bisa hidup dengan normal hingga sekarang.

Riswanto menegaskan, yang perlu dipahami, ODHA bisa hidup dengan normal asalkan mau hidup tertib menjaga kesehatan. Pada dasarnya virus ini menyerang kekebalan tubuh, sehingga jika sistem imun bisa terjaga dengan pola hidup sehat, tentu tetap bisa beraktivitas seperti biasa.

[baca juga: Di Daerah Ini, Penderita HIV/AIDS Terus Meningkat]

[baca juga: Berisiko HIV, Periksa Sejak Dini]

Dia mengimbau masyarakat untuk tidak menjauhi ODHA. Sebab ODHA sama halnya dengan orang biasa. ”Virus itu hanya bisa menular lewat hubungan seks atau air mani, cairan darah, cairan vagina, dan air susu ibu. Selebihnya tidak. Justru kita ha-rus memberikan support, jangan dijauhi,” pesannya. (riz/ila/ong/radarjogja/jon/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top